Kemenperin Buka Jalur IKM Logam ke Rantai Pasok Industri Besar

  • 09 Agt 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian memfasilitasi pertemuan antara IKM logam potensial dengan industri besar untuk memperluas kemitraan dalam rantai pasok nasional.
  • Industri logam memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur nasional karena memasok komponen untuk sektor otomotif, alat berat, alat kesehatan, konstruksi, dan permesinan.
  • Fasilitasi ini bertujuan membangun hubungan bisnis berkelanjutan dan memperkuat keterlibatan IKM dalam rantai pasok industri nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian mempertemukan IKM logam potensial dengan industri besar untuk memperluas kemitraan dalam rantai pasok. Fasilitasi tersebut diarahkan untuk membangun hubungan bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat keterlibatan IKM dalam rantai pasok industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri logam memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur nasional. Industri tersebut memasok komponen dan produk penunjang bagi sektor otomotif, alat berat, alat kesehatan, konstruksi, dan permesinan.

“Ketika IKM mampu menjadi bagian rantai pasok industri besar, peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi semakin besar. Dengan demikian, IKM juga mendukung terwujudnya rantai pasok nasional yang semakin tangguh,” ujar Agus di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurut Agus, kemitraan dengan industri besar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi IKM logam. Keterlibatan tersebut juga dapat memperkuat ketahanan rantai pasok manufaktur nasional.

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menjalankan Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar. Kegiatan tersebut berlangsung di Jawa Barat pada 29-30 Juli 2026 dengan menggandeng Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita menjelaskan IKM logam memiliki peluang memasok kebutuhan industri besar. Peluang tersebut mencakup penyediaan produk serta layanan perawatan, perbaikan, dan rekayasa mesin produksi.

“Pelaksanaan temu bisnis ini mempertemukan IKM dengan industri besar dalam rangka membangun kemitraan yang saling menguatkan. IKM dapat memahami kebutuhan industri, meningkatkan kesiapan usahanya, membuka peluang menjadi pemasok bagi industri besar,” kata Reni.

Rangkaian kegiatan diawali kunjungan ke sejumlah IKM logam di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Calon mitra menilai langsung proses produksi, kualitas, kapasitas, dan kesiapan IKM dalam memenuhi kebutuhan industri.

Kunjungan tersebut melibatkan PT Perkebunan Nusantara, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, dan PT Sarandi Karya Nugraha. Perusahaan tersebut meninjau kemampuan IKM untuk melihat peluang kerja sama dalam rantai pasok.

Selanjutnya, Kemenperin menggelar Temu Bisnis IKM Logam dengan Industri Besar di Karawang pada 30 Juli 2026. Forum tersebut membahas kebutuhan industri, spesifikasi produk, standar kualitas, serta peluang kerja sama antara IKM dan industri besar.

“Forum ini menjadi wadah dialog antara pelaku IKM dengan industri besar. Untuk membahas kebutuhan industri, spesifikasi produk, standar kualitas, peluang kerja sama,” kata Reni.

Sebanyak 30 IKM logam dari Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta memiliki kompetensi di bidang fabrikasi, machining, pembuatan komponen logam, serta jasa pendukung industri.

Kemenperin berharap fasilitasi kemitraan tersebut memperluas keterlibatan IKM logam dalam rantai pasok industri nasional. Kemitraan juga diharapkan memperbesar skala usaha IKM dan memperdalam struktur manufaktur nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....