Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Sektor Ekraf Diproyeksi Tetap Unggul di Atas Rata-rata
- 06 Mei 2026 16:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPS mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I/2026, sementara sektor ekraf sebelumnya mampu tumbuh lebih tinggi hingga 6,5 persen.
- Kinerja ekraf melampaui target RPJMN, dengan capaian ekspor 120 persen, investasi 130 persen, serta penyerapan tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I/2026. Terkait hal ini, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menyebut, pemerintah masih menunggu data terbaru terkait kontribusi sektor ekraf.
Data tersebut, menurutnya, diperkirakan baru akan dirilis pada bulan Juni mendatang. Meski demikian, berdasarkan capaian tahun sebelumnya, sektor ini menunjukkan kinerja yang konsisten melampaui pertumbuhan nasional.
Ia menyebutkan, saat laju pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5 persen, sektor ekraf tumbuh sekitar 6,5 persen. “mudah-mudahan tahun ini mungkin bisa minimal sama atau bahkan lebih baik lagi,” kata Teuku Riefky, dalam Launching The Fifth World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Lebih lanjut, kinerja sektor ekonomi kreatif diukur melalui sejumlah indikator utama yang telah ditetapkan dalam RPJMN. Indikator tersebut meliputi ekspor, investasi, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap PDB.
Untuk indikator ekspor, sektor ekonomi kreatif ditargetkan mencapai 26,4 miliar dolar AS pada 2025. Realisasinya sendiri telah melampaui target hingga 120 persen.
Dari sisi investasi, target sebesar Rp134 triliun berhasil terlampaui dengan capaian sekitar Rp180 triliun. Angka ini setara 130 persen dari target.
Di sektor ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dari target 25,5 juta tenaga kerja pada 2025, realisasinya mencapai 27,4 juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....