Meski Menurun, BPS Catat Tujuh Juta Orang Indonesia Masih Jadi Pengangguran
- 06 Mei 2026 12:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia sebesar 4,8 persen per Februari 2026
- Jumlah angkatan kerja per Februari 2026 sebanyak 154,91 juta orang
- Sehingga masih terdapat 7,24 juta orang yang menganggur hingga Februari 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia sebesar 4,8 persen per Februari 2026. Sementara itu jumlah angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang.
"Sehingga masih terdapat 7,24 juta orang yang menganggur hingga Februari 2026," kata Kepala BPS, Analis Adininggar Widyasanti dalam keterangannya di gedung BPS, Selasa 5 Mei 2026. Sedangkan jumlah angkatan kerja yang berstatus bekerja sebanyak 147,67 juta orang.
Menurut Amalia, jumlah pengangguran bunga Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan Februari 2025. Penurunan pengangguran secara absolut tercatat sebanyak 35.000 orang.
Dari jumlah yang bekerja, penyerapan tenaga kerja terbesar adalah sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran dan sektor industri. "Ketiga sektor tersebut menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026," ujar Amalia.
Kondisi ketenagakerjaan Indonesia, menurut data BPS, masih didominasi pekerja di sektor informal. Pekerja sektor informal pada Februari 2026 meningkat menjadi 87,74 juta orang dari 86,58 juta orang di Februari 2025.
Pekerja formal juga meningkat dari 59,19 juta orang pad Februari 2025 menjadi 59,93 juta orang pada Februari 2026. BPS juga mencatat proporsi pekerja penuh dan pekerja paruh waktu.
Proporsi pekerja penuh sebesar 66,77 persen, pekerja paruh waktu 25,97 persen, dan setengah pengangguran 7,27 persen. Proporsi pekerja penuh pada Februari 2026 meningkat dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 66,19 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....