Kemenperin Tegaskan Manufaktur Indonesia Tidak Mengalami Deindustrialisasi

  • 01 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Febri Hendri Arief menegaskan manufaktur Indonesia tidak mengalami deindustrialisasi dan tetap tumbuh positif.
  • Indeks Kepercayaan Industri April 2026 berada di level ekspansi 51,75 dengan mayoritas subsektor masih bertumbuh.
  • Perubahan metodologi PDB menjadi faktor utama perbedaan data kontribusi industri, bukan penurunan kinerja sektor.

RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Arief mengatakan manufaktur Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi. Febri menyebut kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan tren positif yang signifikan.

“Kami menegaskan bahwa manufaktur Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi. Serta, tren positif kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional ini terjadi pada masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita,” ujar Febri di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Data kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) periode lama tidak dapat diperbandingkan. Febri memaparkan bahwa terdapat perubahan besar pada konsep serta metodologi perhitungan data tersebut.

“Kalau ada ekonom atau pengamat yang mengambil data kontribusi PDB Industri Pengolahan 2001-2025 maka data kontribusi tersebut tidak dapat diperbandingkan. Karena konsep, definisi dan metodologi perhitungan Industri Pengolahan telah berubah dan,” kata Febri.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode April 2026 tercatat masih berada pada level ekspansi 51,75. Febri menjelaskan variabel persediaan mengalami kenaikan sebagai bentuk penyesuaian stok oleh para pelaku industri.

Gejolak geopolitik dunia saat ini memberikan pengaruh nyata terhadap kenaikan biaya pada krisis energi. Febri mengungkapkan dinamika tersebut memberikan dampak tekanan khususnya pada subsektor industri kimia serta tekstil.

“Dampak krisis energi akibat gejolak geopolitik saat ini sudah sama-sama kita ketahui. Yakni memengaruhi sejumlah subsektor tertentu, seperti industri kimia dan sektor industri hilir lainnya, termasuk tekstil,” ujar Febri.

Pemerintah mencatat sebanyak 16 subsektor industri masih berada dalam fase pertumbuhan yang sangat baik. Sektor-sektor tersebut memberikan sumbangan sebesar 78,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Variabel pesanan dan produksi memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan perolehan pada bulan sebelumnya. Febri menilai perlambatan permintaan tersebut masih dalam batas wajar sebagai fase penyesuaian pasar.

“Perlambatan yang terjadi ini masih dalam batas wajar dan merupakan fase penyesuaian industri. Di sisi lain, terjadi peningkatan pada variabel persediaan, yang juga menunjukkan adanya penyesuaian stok oleh pelaku industri dalam merespons kondisi pasar,” ucap Febri.

Kementerian Perindustrian menekankan bahwa nilai kontribusi industri terhadap ekonomi nasional mengecil karena adanya perubahan metodologi. Febri menegaskan perbandingan data sebelum tahun 2009 tidak relevan karena perbedaan basis perhitungan harga.

“Akibat perubahan konsep, definisi dan metodologi perhitungan PDB Industri Pengolahan menyebabkan nilai PDB dan kontribusi PDB Industri Pengolahan turun dari perhitungan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, tidak apple to apple kalau kita bandingkan kontribusi PDB Industri Pengolahan sebelum dan sesudah tahun 2009 atau pada periode adanya perubahan hal tersebut,” kata Febri.

Keberhasilan kebijakan hilirisasi industri telah meningkatkan nilai tambah produk buatan dalam negeri secara berkelanjutan. Febri menjelaskan bahwa tenaga kerja industri pengolahan saat ini berjumlah sebanyak 21,6 juta orang.

Sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung utama bagi struktur perekonomian nasional Indonesia sampai saat ini. Febri menambahkan bahwa tidak terjadi pergeseran tenaga kerja dari bidang industri menuju ke sektor jasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....