Wakil Ketua DPR: Temuan Cadangan Gas Raksasa di Kaltim Perkuat Kemandirian Energi

  • 27 Apr 2026 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua DPR, Sari Yuliati, mengatakan penemuan cadangan gas alam raksasa di Kalimantan Timur menunjukkan arah kebijakan percepatan eksplorasi sudah tepat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPR, Sari Yuliati, menanggapi penemuan cadangan gas alam raksasa di kawasan lepas pantai Kalimantan Timur. Menurut dia, ini menunjukkan arah kebijakan percepatan eksplorasi sekaligus penguatan cadangan migas yang sudah berjalan tepat.

“Kami mendukung langkah‑langkah yang ditempuh pemerintah dalam mempercepat pengembangan sektor energi nasional,” ujarnya, Senin 27 April 2026. “Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi bangsa mulai membuahkan hasil.”

Menurut Sari, langkah pemerintah untuk mengarahkan gas bumi sebagai energi transisi yang terencana sangat relevan. Hal ini mengingat pemerintah menargetkan emisi nol bersih atau net zero emission (NZE) pada 2060.

“Penyelarasan pengembangan gas jumbo dengan agenda transisi energi hijau dan target NZE 2060 adalah langkah tepat,” ujarnya. Sari mengatakan Indonesia tidak hanya mengelola gas untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi energi yang lebih berkelanjutan.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan pengembangan Blok Ganal memberikan manfaat nyata bagi daerah penghasil dan masyarakat lokal. Menuru dia, pendapatan dari migas tersebut harus dikelola secara transparan agar tepat sasaran.

“Sebaiknya diarahkan untuk peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat di wilayah penghasil,” ujarnya. Sari berharap penemuan gas jumbo ini dapat menjadi fondasi kuat bagi kemandirian energi nasional.

Penemuan cadangan gas jumbo itu pertama kali diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Cadangan gas itu ditemukan Sumur Geliga‑1 Blok Ganal yang dieksplorasi oleh Eni SpA (Italia) dan Sinopec Corp (Tiongkok).

Diperkirakan potensi gas yang terkandung mencapai 5 triliun kaki kubik ditambah 300 juta barel kondensat. “Saat dunia berupaya menjaga cadangan mereka, kita diberi anugerah potensi migas yang sangat besar,” ujar Bahlil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....