BI Perkirakan Penjualan Eceran Maret 2026 Hanya Tumbuh 2,4 Persen

  • 14 Apr 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh, meski pertumbuhannya lebih rendah dari bulan sebelumnya
  • Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 diperkirakan tumbuh 2,4 persen secara tahunan
  • Subkelompok Sandang juga berkontribusi pada peningkatan penjualan eceran bulan Maret. Pendorongnya adalah peningkatan permintaan rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H

RRI.CO.ID, Jakarta - Kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh, meski pertumbuhannya secara tahunan lebih rendah dari bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 diperkirakan tumbuh 2,4 persen secara tahunan.

"Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori. Serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam hasil survei penjualan eceran yang dilakukan BI yang dirilis Senin, 13 April 2026.

Sedangkan kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Maret 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 9,3 persen. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1 persen.

Peningkatan penjualan eceran secara bulanan di bulan Maret didorong oleh kinerja mayoritas kelompok. Terutama Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

"Subkelompok Sandang juga berkontribusi pada peningkatan penjualan eceran bulan Maret. Pendorongnya adalah peningkatan permintaan rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H," ujar Ramdan Denny.

Sementara itu secara tahunan, IPR pada Februari 2026 tumbuh sebesar 6,5 persen. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7 persen.

Peningkatan kinerja penjualan eceran secara tahunan di bulan Februari 2026, didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok. Terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Subkelompok Sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1 persen. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7 persen.

Peningkatan penjualan eceran bulan Februari 2026, didukung oleh kinerja penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori. Serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Subkelompok Sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan.

"Dari sisi harga, BI memperkirakan akan terjadi tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu pada Mei 2026. Sementara pada enam bulan yang akan datang yaitu Agustus 2026, inflasi diprakirakan relatif stabil," kata Ramdan Denny.

Perkiraan tersebut, lanjutnya, tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4. Indeksnya lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9 seiring kenaikan harga bahan baku.

Sementara itu, IEH Agustus 2026 diprakirakan sebesar 157,2. indeksnya relatif stabil dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....