Kemendag Pacu Ekspor Seafood Nasional Tembus Pasar Amerika Serikat

  • 15 Mar 2026 10:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Boston - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyatakan pemerintah berkomitmen memperkuat kepercayaan pasar global terhadap udang. Ia menyebut keikutsertaan pada ajang boga bahari terbesar sangat penting bagi eksportir perikanan.

“Keikutsertaan pada ajang boga bahari penting untuk memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk perikanan unggulan ekspor Indonesia. Partisipasi ini menegaskan kesiapan industri perikanan nasional dalam memenuhi standar keamanan pangan dan prinsip keberlanjutan di pasar internasional,” ujar Puntodewi di Boston, Kamis, 12 Maret 2026.

Puntodewi mengatakan kehadiran Paviliun Indonesia di ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026 mendorong penguatan praktik perikanan berkelanjutan. Ia menjelaskan langkah strategis ini bertujuan menjaga reputasi Indonesia sebagai produsen utama dunia.

“Langkah ini untuk meningkatkan daya saing produk. Upaya ini juga menjaga reputasi Indonesia sebagai salah satu produsen boga bahari utama dunia,” kata Puntodewi.

Baca juga:

Puntodewi menyebut pemerintah akan menyelenggarakan forum bisnis bertajuk kemitraan rantai pasok yang bertanggung jawab. Ia menyatakan kegiatan diplomasi perdagangan tersebut menegaskan pemenuhan standar internasional produk tuna.

“Forum bisnis menjadi bagian dari penguatan diplomasi perdagangan. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa produk tuna Indonesia mengedepankan prinsip keberlanjutan, ketertelusuran, dan pemenuhan standar internasional,” ucap Puntodewi.

Puntodewi mengungkapkan nilai ekspor produk perikanan nasional ke Amerika Serikat mencapai USD1,17 miliar. Ia menyatakan pemerintah merasa optimistis terhadap daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

“Meskipun tren ekspor periode 2021-2025 berkontraksi sebesar 7,03 persen, Indonesia menghadapi persaingan dari sejumlah negara pengekspor utama. Negara tersebut antara lain Cile, India, Tiongkok, Ekuador, dan Norwegia, namun pemerintah tetap optimistis kinerja ekspor meningkat,” ujar Puntodewi.

Baca juga:

Atase Perdagangan RI di Washington D.C. Ranitya Kusumadewi menyebut pameran ini merupakan sarana strategis memperkuat kehadiran produk. Ia menyatakan pelaku usaha nasional dapat memahami tren pasar serta regulasi perdagangan boga bahari.

“Partisipasi Indonesia dalam SENA menjadi semakin penting sebagai sarana memperkuat kehadiran produk perikanan nasional di pasar AS. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memahami secara langsung tren pasar, preferensi konsumen,” ujar Ranitya.

Ketua Umum AP5I Saut Hutagalung mengapresiasi dukungan penuh kementerian dalam memfasilitasi paviliun nasional. Ia menyebut kehadiran Indonesia di Boston menjadi momentum penting untuk mempromosikan produk perikanan unggulan.

“Kami mengapresiasi kehadiran Indonesia pada SENA 2026 di Boston. Terima kasih kepada pemerintah telah memfasilitasi Paviliun Indonesia sehingga pelaku usaha nasional dapat terus mempromosikan produk perikanan unggulan,” ujar Saut.

CEO AP2HI Janti Djuari menyatakan partisipasi ini menjadi kesempatan memperkenalkan praktik perikanan tuna yang berkelanjutan. Ia menyebut produk tuna Indonesia memiliki nilai tanggung jawab serta ketertelusuran yang sangat tinggi.

“Melalui keikutsertaan Indonesia pada SENA 2026, kami ingin menunjukkan bahwa tuna Indonesia memiliki cerita yang kuat. Cerita tersebut berawal dari tangan nelayan skala kecil hingga menjangkau pasar global yang dibangun di atas prinsip tanggung jawab,” ujar Janti.

Rekomendasi Berita