Kemendag Perkuat Pengawasan Distribusi Bahan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga
- 07 Mar 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat pengawasan distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) untuk menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan. Langkah proaktif ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut dilakukan guna memastikan stok bahan pangan tetap tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat luas.
“Kemendag terus memantau di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan bapok tetap tersedia dan harga terkendali. Kami ingin masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang karena kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Budi di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Pemerintah telah melakukan peninjauan langsung ke berbagai pasar rakyat di wilayah Sukoharjo, Palembang, hingga Makassar. Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan stok pangan secara nasional berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.
Budi menjelaskan harga komoditas daging sapi terpantau stabil pada kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Sementara itu harga komoditas bawang merah berada pada rentang Rp35.000 sampai Rp40.000 di pasar rakyat.
“Secara umum, hasil pemantauan kami menunjukkan pasokan bapok secara nasional dalam kondisi aman dan harganya relatif stabil. Pemerintah terus memastikan pasokan pangan mencukupi dan menjaga stabilitas harganya agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang,” kata Budi.
Beberapa komoditas lain seperti gula pasir juga menunjukkan tren harga yang wajar yakni Rp17.000 per kilogram. Beras SPHP dari Bulog pun tersedia dengan harga terjangkau mulai dari Rp12.200 untuk setiap kilogramnya.
Budi menyebutkan aktivitas perdagangan pada pasar rakyat di wilayah terdampak banjir Sumatera telah kembali optimal. Sebanyak 95 persen gerai ritel di kawasan Aceh dan Sumatra Utara kini sudah beroperasi normal kembali.
“Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan senantiasa hadir memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang wajar. Pemerintah juga memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terjamin,” ucap Budi.
Kemendag memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok untuk mengawasi harga harian secara langsung di seluruh Indonesia. Teknologi tersebut menjangkau 550 pasar tradisional yang tersebar pada 514 kabupaten dan kota secara nasional.
Budi mendorong pemerintah daerah untuk menggelar pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan akses pangan terjangkau. Langkah mitigasi ini sangat penting untuk menjaga daya beli warga selama masa perayaan hari keagamaan.
Pemerintah juga telah menyelenggarakan rapat koordinasi lintas kementerian guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat cuaca. Percepatan penyaluran barang dilakukan sebelum memasuki puncak permintaan pada saat menjelang hari raya Idulfitri nanti.
Budi mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong. Ketersediaan stok bahan pokok secara nasional dipastikan aman sehingga warga tidak perlu merasa khawatir berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....