Investasi KEK Capai 336 Triliun, Serap 249 Ribu Tenaga Kerja
- 14 Mar 2026 21:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) membukukan kinerja yang positif sepanjang tahun 2025. Pengembangan KEK, juga memberikan dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi di daerah.
Saat ini ada 25 KEK di seluruh Indonesia, terdiri dari 13 merupakan KEK industri dan 6 KEK pariwisata. Lainnya, 2 KEK Kesehatan, 1 KEK digital, 2 KEK pendidikan dan teknologi dan 1 KEK perawatan pesawat.
“Secara kumulatif hingga tahun 2025, KEK tersebut menghasila investasi Rp336 triliun. Sedangkan serapan tenaga kerjanya mencapai 249 ribu orang,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang seperti dikutip Sabtu, 14 Maret 2026.
Sedangkan untuk tahun 2025, capaian realisasi KEK sebesar Rp82,6 triliun atau 98 persen dari target. Sedangkan serapan tenaga kerjanya sebanyak 88.541 orang, melebihi target yang ditetapkan sebanyak 46.864 orang.
“Capaian ini menunjukkan KEK terus berkembang dan menjadi instrumen penting untuk mendorong investasi. Serta dalam membuka lapangan kerja di tanah air,” ucap Rizal Edwin.
Hasil kajian Prospera dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menunjukkan kontribusi KEK di daerah. Daerah yang memiliki KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK.
“Serapan tenaga kerjanya juga 52 persen lebih banyak. Investasi langsung atau Foreign Direct Investement (FDI) nya bahkan mencapai 179 persen lebih tinggi” ujar Rizal Edwin mengutip hasil kajian tersebut.
Menurutnya, berdasarkan RPJMN 2025-2029, ada 4 KEK yang ditetapkan sebagai Kegiatan Prioritas untuk mendukung Prioritas Nasiona. Yakni KEK Sei Mangkei, KEK Arun Lhokseumawe, KEK Galang Batan dam KEK gresik
KEK diharapkan menjadi magnet investasi nasional dan global serta mempercepat hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi. Sehingga KEK dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2029.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, menegaskan kembali fungsi ekonomi KEK. Terutama dalam meningkatkan investasi dan membuka lapangan kerja.
Dia menyatakan optimis KEK akan terus berkembang, seiring semakin membaiknya perekonomian Indonesia. “Di tengah ketidakpastian sekarang ini, keberadaan KEK sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Susiwijono yang juga Ketua Tim PelaksanaDewan Nasional KEK.
Karena di KEK, investor mendapatkan kepastian mulai dari masalah perizinan hingga fasilitas khusus. Terutama bagi sektor industri yang menghasilkan nilai tambah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Sehingga kami yakin, realisasi investasi dan serapan tenaga kerja di KEK akan semakin meningkat. Sehingga memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di daerah dan perekonomian nasional,” kata Susiwijono menutup keterangannya.