Akhir Pekan, IHSG Ditutup Anjlok hingga 3 Persen

  • 13 Mar 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang hari ini.

Di akhir perdagangan, IHSG ditutup di level 7.137, turun 3,05 persen atau 224,90 poin. IHSG sempat mencapai level terendah 7.132.

Sebanyak 629 saham harganya turun, 104 saham harganya naik dan 86 saham stagnan. Saham seluruh sektor turun, dan yang paling dalam penurunannya adalah saham sektor transportasi sebesar -3.87 persen.

"IHSG melemah karena investor khawatir konflik AS-Iran yang berkepanjangan. Sehingga harga minyak mentah tinggi dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 13 Maret 2026.

Harga minyak yang tinggi akan mendorong kenaikan inflasi dan melebarnya defisit APBN. "Menteri Keuangan RI menyatakan opsi melebarkan batas defisit APBN di atas 3 persen masih dalam tahap pembahasan," ucap Tim Phintraco.

Pemerintah juga mengatakan masih terus menghitung dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN. Jika pelebaran defisit di atas 3 persen benar-benar ditempuh, pemerintah akan terlebih dahulu memperhitungkan konsekuensi fiskalnya.

Sentimen negatif lainnya yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah kebijakan AS meluncurkan investigasi perdagangan. Investigasi dilakukan terhadap 60 negara, untuk menentukan apakah mereka gagal membatasi impor barang yang diproduksi dengan kerja paksa.

Penyelidikan ini menyusul investigasi yang dirilis pada Rabu kemarin, yang menargetkan kelebihan kapasitas industri di 16 negara. Di antaranya Tiongkok, Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swiss dan Thailand.

Sementara itu, AS untuk sementara mengizinkan pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di perairan. Langkah AS itu untuk menstabilkan harga minyak mentah.

"Diperkirakan terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang sudah dalam perjalanan di laut. Minyak tersebut berada di 30 lokasi di seluruh dunia per 12 Maret 2026," ujar Tim Phintraco.

Jumlah minyak tersebut diperkirakan cukup untuk pasokan sekitar lima hingga enam hari. Untuk sementara, kekhawtiran akan pasokan minyak dapat teratasi.

Di BEI, volume saham yang diperdagangkan hari ini tercatat sebanyak 28,69 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan sebanyak 1,60 juta kali transaksi.

Total nilai perdagangan sebesar Rp14,04 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar berubah menjadi Rp12.704 triliun.

Rekomendasi Berita