Dua Wamenkeu Baru Perkuat Kerja Bendahara Negara

  • 01 Okt 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyambut dua wakil menteri keuangan yang baru dilantik hari ini
  • Wamenkeu baru Luky Alfirman mengatakan masih menunggu penugasan dari Menteri Keuangan. Namun sebagai wamenkeu, dirinya akan membantu tugas menkeu dalam melaksanakan APBN
  • Wamenkeu, Nurkholisoh Ibnu Aman menyebut dirinya masih masih harus banyak belajar. Utamanya hal-hal yang menjadi tugas pokok kementerian keuangan dan organisasinya

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyambut dua wakil menteri keuangan yang baru dilantik hari ini. Yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis, 1 Oktober 2026.

"Sekarang Wakil Menteri Keuangan kembali ke formasi tiga Wakil Menteri Keuangan. Mereka bersama saya akan memimpin Kementerian Keuangan," kata Menkeu Suahasil dalam keterangan pers di Gedung Kemenkeu di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Wamenkeu Luky Alfirman mengaku perasaannya campur aduk, kaget tapi excited ditunjuk sebagai Wamenkeu. "Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu dan dukungan, untuk bisa catch up, untuk bisa update," ujarnya.

Luky adalah pejabat karir di Kemenkeu, dan terakhir menjabat sebagai dirjen anggaran. Tapi jabatannya dicopot pada masa kepimpinan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Luky mengatakan masih menunggu penugasan dari Menteri Keuangan. Namun sebagai Wamenkeu, dirinya akan membantu tugas Menkeu dalam melaksanakan APBN.

Menurutnya, ada tiga fokus utama terkait APBN. Pertama, bagaimana menyelesaikan APBN 2026 di triwulan keempat ini di tengah tantangan yang ada saat ini.

Kedua, bagaimana menyiapkan pelaksanaan APBN 2027 yang menurut Luky masih menyisakan banyak 'PR' meski sudah disahkan DPR. "Ketiga, bagaimana kita akan melakukan konsolidasi internal untuk terus mendorong reformasi dan transformasi di Kementerian Keuangan," ucap Luky.

Sementara itu, Wamenkeu, Nurkholisoh Ibnu Aman menyebut dirinya masih masih harus banyak belajar. Utamanya hal-hal yang menjadi tugas pokok bukan hanya kementerian keuangan saja, tapi organisasi kementerian keuangan itu sendiri.

"Karena saya percaya efektivitas organisasi. Apalagi saya dengar jumlah pegawai kementerian keuangan total puluhan ribu. Jauh sekali dibandingkan Bank Indonesia yang cuma sekitar enam ribu hingga tujuh ribu, jadi tantangan ke depan, luar biasa," ujar Nurkholisoh.

Nurkholisoh merupakan pejabat karir di Bank Indonesia, yang sudah puluhan tahun bekerja di bank sentral Indonesia itu. Seperti Juda Agung, ia kini ditugaskan di Kementerian Keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....