Nilai Tukar Rupiah Ditutup Naik Tajam ke Rp17.894 per Dolar AS
- 30 Sep 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup menguat cukup signifikan sebesar 0,48 persen atau 87 poin menjadi Rp 17.894 per dolar AS
- Pasar nampaknya merespons positif pernyataan Bank Indonesia (BI) terkait komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
- Sementara itu dari sisi eksternal, ada harapan AS-Iran akan kembali ke meja negosiasi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi disebut telah menerima tanggapan AS mengenai tawaran Iran
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah mempertahankan penguatannya terhadap dolar AS sepanjang hari ini hingga penutupan perdagangan. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup menguat cukup signifikan sebesar 0,48 persen atau 87 poin menjadi Rp 17.894 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah tersebut ditopang oleh sentimen dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri, pasar nampaknya merespons positif pernyataan Bank Indonesia (BI) terkait komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“BI membeberkan tiga instrumen yang digunakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Yaitu instrumen spot, instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF),” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Rabu, 30 September 2026.
BI juga mendorong pelaku pasar untuk melakukan hedging (lindung nilai) untuk memenuhi kebutuhan dolar nya yang belum mendesak. Sehingga nilai tukar rupiah tidak terlalu tertekan, karena tingginya permintaan dolar AS dalam waktu yang sama.
Sementara itu dari sisi eksternal, ada harapan AS-Iran akan kembali ke meja negosiasi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi disebut telah menerima tanggapan AS mengenai tawaran Iran.
Tanggapan AS itu diterima Iran melalui Qatar sebagai mediator AS-Iran. Sebelumnya, Aragchi menawarkan pembukaan Selat Hormuz selama tujuh hari jika AS memenuhi persyaratan perdamaian yang diajukan Iran.
Mulanya AS menolak, namun akhirnya memberikan tanggapan. Aragchi disebut akan membahas tanggan AS itu di Teheran pada Rabu waktu setempat. Dokumen yang sedang dibahas itu menguraikan periode pembangunan kepercayaan selama tujuh hari.
“Tujuannya, membawa kedua belah pihak kembali pada versi yang lebih. Termasuk termasuk langkah-langkah konkret terkait program nuklir Iran,” ujar Ubrahim mengutip pernyataan pejabat yang menolak disebut jari dirinya.
Menurut sumber tadi, perbedaan pendapat antara AS dan Iran berpusat pada urutan pelaksanaan langkah-langkah yang akan dilakukan. Bukan pada komponen-komponen yang disebut Iran dalam tawarannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....