Lima Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi OJK
- 08 Sep 2026 02:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Investasi saham semakin mudah karena investor kini dapat memanfaatkan berbagai aplikasi untuk mengelola portofolio secara digital.
- Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemilihan platform yang jelas legalitasnya.
- Bagi investor yang ingin memperluas portofolio ke aset global, pilihan aplikasi kini tidak lagi terbatas pada platform sekuritas konvensional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Investasi saham semakin mudah karena investor kini dapat memanfaatkan berbagai aplikasi untuk mengelola portofolio secara digital. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemilihan platform yang jelas legalitasnya.
Bagi investor yang ingin memperluas portofolio ke aset global, pilihan aplikasi kini tidak lagi terbatas pada platform sekuritas konvensional. Salah satunya adalah Pintu, yang menghadirkan akses terhadap saham Amerika dalam bentuk tokenisasi.
Melalui pendekatan tersebut, maka kamu bisa membeli saham global seperti saham Tesla, Nvidia, Google, Meta, Apple, Microstrategy, Coinbase, SpaceX dll. Jika kamu tertarik dengan saham Microstrategy maka kamu bisa dengan mudah dan praktis untuk mendapatkannya.
Namun sebelum kamu beli saham Microstrategy maka sebaiknya kamu melakukan riset dan analisa terlebih dahulu. Dengan melakukan analisa teknikal dan fundamental maka kamu bisa mengurangi resiko dan memaksimalkan potensinya.
5 Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi OJK
Dari banyaknya aplikasi investasi saham di Indonesia, berikut 5 aplikasi investasi saham yang diawasi OJK yang bisa kamu pertimbangkan, diantaranya adalah:
1. Mirae Asset
Menjadi pilihan bagi investor yang lebih nyaman menggunakan ekosistem perusahaan sekuritas. Platform ini menawarkan layanan investasi digital sekaligus dukungan riset, sehingga pengguna tidak hanya memperoleh fasilitas transaksi, tetapi juga dapat memanfaatkan informasi pasar ketika menyusun strategi.
Salah satu hal yang membuat aplikasi sekuritas menarik adalah kemampuannya menyediakan berbagai informasi dalam satu tempat. Investor dapat memantau pergerakan harga, melihat portofolio, serta mengikuti informasi pasar.
Dengan demikian, pengguna tidak harus berpindah-pindah platform ketika ingin memeriksa kondisi investasinya.
Mirae Asset juga dikenal melalui layanan digital yang menyasar investor ritel. Karena itu, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas investasi dengan lebih praktis melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.
Bagi investor yang ingin mengakses saham luar negeri, aspek yang perlu diperiksa adalah instrumen dan pasar yang tersedia pada layanan terkait. Sebab, tidak semua platform sekuritas Indonesia menyediakan akses langsung ke seluruh bursa global.
2. Pintu
Pintu mengambil pendekatan yang berbeda dibandingkan perusahaan sekuritas tradisional. Platform ini menawarkan tokenized stocks, yaitu aset digital yang nilainya mengikuti pergerakan saham perusahaan publik.
Dengan mekanisme tersebut, investor dapat membeli sejumlah saham Amerika melalui aplikasi Pintu. Sehingga pengguna dapat mencari berbagai aset yang mengikuti saham maupun ETF tertentu. Token-token tersebut diterbitkan melalui ekosistem tokenisasi global
Pilihan asetnya juga cukup beragam. Investor dapat menemukan NVDAX yang mengikuti NVIDIA, AAPLX untuk Apple, GOOGLX untuk Alphabet, METAX untuk Meta, TSLAX untuk Tesla, COINX untuk Coinbase, HOODX untuk Robinhood, serta CRCLX untuk Circle. Selain itu, tersedia pula sejumlah tokenized ETF seperti QQQX dan SPYX.
Pintu juga memberikan fleksibilitas dari sisi nominal. Kamu bisa mulai membeli tokenized stocks dengan nominal mulai Rp11.000. Selain itu, produk saham AS tertokenisasi di Pintu dapat diperdagangkan 24/7, sehingga pengguna tidak harus menunggu jam bursa konvensional.
Namun, kamu harus memahami bahwa tokenized stock bukan sama dengan kepemilikan saham konvensional. Token tersebut memberikan eksposur terhadap pergerakan harga, tetapi tidak memberikan hak voting secara langsung atas saham yang menjadi acuannya.
Dari sisi regulasi, Pintu menyatakan bahwa tokenized stocks yang ditawarkannya sudah terdaftar pada Daftar Aset Kripto (DAK) dan Pintu berizin serta diawasi OJK. Karena itu, investor tetap perlu memahami produk secara menyeluruh meskipun platformnya berada dalam kerangka regulasi yang berlaku.
3. Phillip Sekuritas Indonesia/POEMS
Menghadirkan POEMS sebagai platform perdagangan yang dapat digunakan melalui perangkat digital. Bagi investor yang menyukai layanan sekuritas dengan dukungan perusahaan lokal, POEMS menawarkan pendekatan yang cukup familiar.
POEMS tidak sekadar berfungsi sebagai sarana transaksi. Platform ini juga memiliki sejumlah fasilitas untuk membantu pengguna mengatur aktivitas investasi. Phillip Sekuritas, misalnya, menyediakan fitur seperti SmartStart, SmartPlan, SmartSafe, dan Autosweep.
Dari sisi penggunaan, investor dapat mengakses layanan melalui perangkat seperti smartphone, tablet, maupun komputer. Hal tersebut membuat pemantauan portofolio menjadi lebih fleksibel karena investor tidak harus menggunakan perangkat khusus.
Phillip Sekuritas juga memiliki keunggulan dari sisi dukungan lokal. Investor dapat memperoleh informasi dan layanan yang lebih sesuai dengan pasar Indonesia. Karena itu, POEMS bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin membangun kebiasaan investasi melalui platform sekuritas.
4. Bittime
Menghadirkan pendekatan yang serupa dengan Pintu melalui produk tokenized stocks, tetapi platform ini berangkat dari ekosistem aset digital. Bittime memperkenalkan tokenized stocks sebagai aset digital yang nilainya mengikuti saham perusahaan publik secara 1:1, sementara saham yang menjadi underlying dibeli dan disimpan melalui kustodian berlisensi.
Pilihan token yang tersedia cukup luas. Bittime mencantumkan MSTRX untuk MicroStrategy, NVDAX untuk NVIDIA, TSLAX untuk Tesla, AAPLX untuk Apple, GOOGLX untuk Alphabet, METAX untuk Meta, serta MSFTON untuk Microsoft.
Pengguna juga dapat menemukan token yang mengikuti Amazon, Broadcom, Netflix, Starbucks, Palantir, JPMorgan, Coca-Cola, dan perusahaan lainnya.
Bittime juga menawarkan fitur Earn untuk sejumlah US Tokenized Stocks. Fitur tersebut memberikan peluang bagi pengguna untuk memperoleh imbal hasil tambahan berdasarkan program yang berlaku.
Namun, tingkat imbal hasil dapat berubah sehingga pengguna harus membaca syarat dan ketentuan sebelum memanfaatkannya
Karena berbasis aset digital, Bittime dapat menarik bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan transaksi crypto. Akan tetapi, investor harus tetap membedakan tokenized stocks dari saham konvensional.
Dari sisi legalitas, Bittime mencantumkan bahwa PT Utama Aset Digital Indonesia merupakan perusahaan yang berizin dan diawasi OJK. Meski demikian, status pengawasan tidak menghilangkan risiko investasi.
5. Webull
Menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan platform broker internasional. Aplikasi ini dirancang untuk pengguna yang ingin memantau pasar sekaligus melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi
Salah satu kekuatan Webull terletak pada perangkat analisisnya. Pengguna dapat melihat grafik, data harga, informasi perusahaan, berita pasar, dan berbagai indikator. Oleh sebab itu, aplikasi ini cukup menarik bagi investor yang ingin melakukan riset secara mandiri.
Webull juga menyediakan paper trading di pasar tertentu. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mencoba strategi menggunakan dana virtual terlebih dahulu. Cara ini membantu investor memahami mekanisme transaksi tanpa langsung menggunakan modal nyata.
Namun, investor Indonesia perlu memperhatikan ketentuan berdasarkan negara domisili. Ketersediaan produk, fitur, pembukaan akun, dan layanan dapat berbeda menurut yurisdiksi. Karena itu, calon pengguna perlu mengecek syarat terbaru secara langsung sebelum mendaftar.
Pada akhirnya, aplikasi investasi saham kini menawarkan pilihan yang semakin beragam. Mirae Asset dan Phillip Sekuritas/POEMS memberikan pengalaman melalui ekosistem sekuritas, sedangkan Webull menghadirkan pendekatan broker dengan perangkat analisis pasar.
Di sisi lain, Pintu dan Bittime menawarkan tokenized stocks sebagai alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan global. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....