IHSG Pada Sesi I Perdagangan Dibuka Menguat Berada di Level 6277,76

  • 12 Agt 2026 09:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 9,88 poin atau 0,16 persen ke level 6.277,76 pada pembukaan perdagangan Rabu, 14 Agustus 2026
  • Penjualan ritel Juni 2026 turun 3 persen secara tahunan, tetapi secara bulanan meningkat 0,7 persen
  • Pelaku pasar mencermati inflasi AS dan ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak global

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 6277,76 atau naik 9,88 poin (0.16%) dibandingkan sebelumnya.

Sebelumnya,IHSG diperkirakan melemah dalam perdagangan hari ini. Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup turun 1,53 persen ke level 6.267,88.

Bersamaan dengan itu, rupiah juga melemah sebesar 0,59 persen ke posisi Rp17,861 per dolar AS. Seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diprakirakan akan menguji level support di rentang 6.180-6.200," kata Analis Pasar Modal Tim Phintraco Sekuritas, Rabu, 12 Agustus 2026. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi sentimen pasar hari ini, baik domestik maupun eksternal.

Data penjualan ritel Indonesia turun menjadi 3 persen secara tahunan di bulan Juni 2026. Sebelumnya, di bulan Mei, penjualan ritel Indonesia juga turun 3,9 persen.

"Penurunan yang mulai melambat mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah. Stimulus yang bertujuan mendorong daya beli masyarakat dari kenaikan tekanan biaya," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Mengacu data Bank Indonesia, secara bulanan penjualan ritel meningkat 0,7 persen. Peningkatan ini merupakan kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir.

Menurut Tim Phintraco, kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi penopang penjualan ritel. Hal itu ditandai dengan penjualan mobil di Indonesia meningkat 33,3 persen secara tahunan.

Kinerja penjualan mobil tersebut mencapai level tertinggi selama lima bulan terakhir pada level 81.115 unit pada Juli 2026. "Peningkatan laju penjualan ini juga dikontribusikan oleh adanya penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026," ucap Tim Phintraco.

Sehingga penjualan mobil tumbuh 18,3 persen secara tahunan selama periode Januari-Juli 2026. Pada periode itu penjualan mobil tercatat sebanyak 437.500 unit.

Dari sisi eksternal, pasar saham global dipengaruhi oleh prospek perdamaian di Timur Tengah yang tidak menunjukkan kemajuan. Harga minyak mentah kembali naik karena tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi.

Data inflasi AS yang akan dirilis hari ini juga menjadi perhatian pelaku pasar. Data ini menjadi petunjuk akan kebijakan moneter bank sentral AS, the Fed.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....