Arah IHSG Hari Ini, Berisiko Lanjutkan Pelemahan
- 12 Agt 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan,Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diprakirakan akan menguji level support di rentang 6.180-6.200
- Kinerja perdagangan ritel Indonesia pada Juni 2026 masih melambat
- Data penjualan mobil di Indonesia meningkat 33,3 persen secara tahunan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan melemah dalam perdagangan hari ini. Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup turun 1,53 persen ke level 6.267,88.
Bersamaan dengan itu, rupiah juga melemah sebesar 0,59 persen ke posisi Rp17,861 per dolar AS. Seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.
"Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diprakirakan akan menguji level support di rentang 6.180-6.200," kata Analis Pasar Modal Tim Phintraco Sekuritas, Rabu, 12 Agustus 2026. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi sentimen pasar hari ini, baik domestik maupun eksternal.
Data penjualan ritel Indonesia turun menjadi 3 persen secara tahunan di bulan Juni 2026. Sebelumnya, di bulan Mei, penjualan ritel Indonesia juga turun 3,9 persen.
"Penurunan yang mulai melambat mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah. Stimulus yang bertujuan mendorong daya beli masyarakat dari kenaikan tekanan biaya," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Mengacu data Bank Indonesia, secara bulanan penjualan ritel meningkat 0,7 persen. Peningkatan ini merupakan kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir.
Menurut Tim Phintraco, kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi penopang penjualan ritel. Hal itu ditandai dengan penjualan mobil di Indonesia meningkat 33,3 persen secara tahunan.
Kinerja penjualan mobil tersebut mencapai level tertinggi selama lima bulan terakhir pada level 81.115 unit pada Juli 2026. "Peningkatan laju penjualan ini juga dikontribusikan oleh adanya penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026," ucap Tim Phintraco.
Sehingga penjualan mobil tumbuh 18,3 persen secara tahunan selama periode Januari-Juli 2026. Pada periode itu penjualan mobil tercatat sebanyak 437.500 unit.
Dari sisi eksternal, pasar saham global dipengaruhi oleh prospek perdamaian di Timur Tengah yang tidak menunjukkan kemajuan. Harga minyak mentah kembali naik karena tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi.
Data inflasi AS yang akan dirilis hari ini juga menjadi perhatian pelaku pasar. Data ini menjadi petunjuk akan kebijakan moneter bank sentral AS, the Fed.
Pada Selasa kemarin, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia masih terjadi net sell oleh investor asing sebesar Rp279,58 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, DSSA, ASII dan BBRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....