IHSG Bertengger di Level 6.351,14 Ditopang Optimisme Pasar

  • 05 Agt 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 31,53 poin atau 0,5 persen ke level 6.351,14 pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, ditopang optimisme pasar terhadap kondisi eksternal dan domestik.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan sesi perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 6.351,14 atau naik 31,53 poin (0,5 persen) dibandingkan sehari sebelumnya.

Menurut data perdagangan, IHSG sempat bergerak dan menyentuh posisi terendah pada 6.316,1. Namun, sejak awal perdagangan IHSG bertahan di zona hijau setelah dibuka di level 6.338,59.

Pergerakan IHSG didominasi 406 saham naik, 208 saham turun, dan 178 saham stagnan. Sementara aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp14,53 triliun.

Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 39,65 miliar lembar. Sedangkan frekuensi perdagangan tercatat lebih dari 2,3 juta kali transaksi.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG ditopang kombinasi sentimen eksternal dan domestik sepanjang perdagangan. Menurut Tim Pilarmas, optimisme pasar meningkat setelah muncul harapan deeskalasi hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Dari sisi eksternal, bursa regional Asia bergerak menguat setelah harapan baru deeskalasi AS dengan Iran,” katanya. “Pasar saat ini terangkat optimisme atas kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.”

Tim Pilarmas mengatakan Qatar sebelumnya menyampaikan upaya mediasi antara AS dan Iran telah memasuki tahap lanjut. Draf proposal juga telah disiapkan, sementara pejabat Washington optimistis kesepakatan segera tercapai.

Menurut Tim Pilarmas, perkembangan tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran inflasi global dalam beberapa waktu mendatang.Kondisi tersebut juga dinilai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026. Meskipun melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61 persen, capaian tersebut melampaui konsensus pasar sebesar 5,1 persen.

Tim Pilarmas mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. “Kondisi tersebut menjadi sentimen positif yang turut menopang penguatan IHSG sepanjang sesi perdagangan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....