IHSG Dibuka Menguat ke 6.399, Investor Asing Tercatat Borong Saham Perbankan
- 05 Agt 2026 10:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik 19,93 poin atau 0,32 persen, menutup pembukaan perdagangan pada level 6.339,55 pada Rabu, 5 Agustus 2026.
- Nilai transaksi awal perdagangan mencapai Rp1,4 triliun dengan volume perdagangan 4 miliar saham.
- Kapitalisasi pasar pasar modal Indonesia mencapai Rp11,1 triliun pada pembukaan perdagangan tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. IHSG naik 19,93 poin atau 0,32 persen ke level 6.339,55.
Nilai transaksi awal perdagangan mencapai Rp1,4 triliun dengan volume 4 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat 240.691 kali dan kapitalisasi pasar Rp11,1 triliun.
Sebanyak 316 saham menguat, 173 saham melemah, dan 207 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan mayoritas saham masih berada di zona hijau.
Investor asing tercatat memborong saham sektor perbankan pada awal perdagangan. Saham yang paling banyak dibeli ialah BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.
Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat. "Secara teknikal IHSG diprakirakan IHSG akan menguji resistansi di level 6.370-6.400," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Rabu, 5 Agustus 2026.
Phintraco menilai konsumsi rumah tangga masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Program perlindungan sosial dan stabilisasi harga dinilai menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan insentif baru bagi kendaraan listrik. Kebijakan tersebut diharapkan mengurangi impor minyak dan mendorong industri otomotif.
"Di sisi lain, insentif akan meningkatkan persaingan di industri otomotif. Terutama terhadap penjualan mobil konvensional di pasar domestik," kata Tim Phintraco Sekuritas.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan diperkirakan ditopang investasi dan sinergi kebijakan pemerintah.
Pelaku pasar juga menantikan rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik. Konsensus memperkirakan ekonomi tumbuh 5,1 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan I sebesar 5,61 persen. Investor menjadikan data tersebut sebagai penentu arah pergerakan pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....