IHSG Masih Berisiko Melemah, Uji Level Psikologis 6.000
- 30 Jul 2026 07:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG diprakirakan akan menguji level psikologis di 6.000 pada perdagangan Kamis 30 Juli 2026 di tengah berbagai sentimen eksternal dan internal serta faktor teknikal.
- Pelaku pasar mencermati pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan masih akan melemah pada perdagangan Kamis 30 Juli 226. Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, IHSG turun 0,64 persen ke level 6.091.
Pelemahan disebabkan anjloknya saham-saham properti yang membukukan penurunan terbesar hingga minus 2,75 persen. Sedangkan saham-saham teknologi naik paling tinggi sebesar 0,18 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memprakirakan IHSG diprakirakan akan menguji level psikologis pada level 6.000. “Ini berlangsung di tengah berbagai sentimen eksternal dan internal serta faktor teknikal,” katanya.
Pelaku pasar mencermati pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20. Hal itu akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027.
“Pada evaluasi kali ini tidak ada perubahan konstituen, sehingga seluruh 20 saham tetap menjadi penghuni indeks,” kata Tim Phintraco. Meskipun demikian, BEI melakukan penyesuaian jumlah saham untuk perhitungan indeks serta bobot masing-masing emiten.
Saham BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM mengalami penurunan bobot setelah penerapan batas maksimal 15 persen. Di sisi lain, sejumlah emiten BUMN mencatat kenaikan bobot dalam indeks seperti ANTM, PGAS, MTEL, BRIS, dan PTBA.
Menurut Tim Phintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat reformasi pasar modal Indonesia. MSCI akan kembali melakukan peninjauan langkah reformasi yang dilakukan BEI pada November 2026.
Dalam melakukan reformasi di pasar modal, BEI melakukan komunikasi intensif dengan penyedia indeks global. Sementara itu, OJK menargetkan peraturan terkait demutualisasi BEI terbit pada minggu kedua September 2026.
Perdagangan saham di BEI masih dibayangi aliran keluar modal asing. Pada Rabu 29 Juli 2026, terjadi jual bersih saham (net sell) oleh investor asing sebesar Rp183,81 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....