Rupiah Dibuka Menguat, tetapi Masih di Level Rp18.000 per Dolar AS
- 15 Jul 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rupiah menguat 0,15 persen atau 27 poin menjadi Rp18.064 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu 15 Juli 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Rupiah mengalami sedikit penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu 15 Juli 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka menguat 0,15 persen atau 27 poin menjadi Rp18.064 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan sehari sebelumnya, rupiah menguat 0,10 persen ke posisi Rp18.091 per dolar AS. Penguatan rupiah kali ini sesuai prakiraan para analis pasar keuangan karena sejumlah faktor penopangnya.
Salah satunya analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup besar setelah rilis tingkat inflasi AS,” ujarnya.
Inflasi AS per Juni 2026 ternyata lebih rendah dari prakiraan, yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Yaitu sebesar 3,5 persen secara tahunan, atau turun dari 4,2 persen pada Mei 2026.
“Namun penguatan rupiah kemungkinan terbatas, dipengaruhi harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” ujar Lukman. Menurut dia, harga minyak mentah merangkak naik akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Lukman memprakirakan nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp18.000-Rp18.150 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS bergerak pada rentang 100,81-100,95, turun 0,35 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Tim Analis Mirae Asset Sekuritas menilai rupiah masih sulit menguat di bawah level Rp18.000 per dolar AS. “Kenaikan suku bunga Bank Indonesia belakangan ini belum mampu menstabilkan rupiah secara meyakinkan," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Menurut dia, kebijakan BI terlihat ambigu antara prioritas stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan. Sejauh ini, BI sudah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin dalam upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....