IHSG Menguat di Jeda Siang Perdagangan berada di Level 5792,17
- 02 Jul 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG menguat 1,70 persen atau 97,051 poin menjadi 5.792,17 pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 2 Juli 2026
- Analis memproyeksikan penguatan IHSG berlangsung terbatas dan mengingatkan pelaku pasar terhadap potensi koreksi
- Sentimen pasar dipengaruhi kebijakan suku bunga The Fed, defisit perdagangan Indonesia, serta pelemahan bursa Asia-Pasifik
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 1,70% atau 97,051 poin ke level 5792,17.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 5806,71. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 5704,5.
Sebelumnya, IHSG juga dibuka menguat pada perdagangan. Pada awal sesi, IHSG berada pada level 5.709,84 atau naik 0,47 persen (26,91 poin) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Analis melihat IHSG berpotensi menguat terbatas. "Kami memproyeksikan support dan resistance pada 5.320 – 5.735," kata tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Namun pelaku pasar disarankan untuk tetap hati-hati. Karena koreksi masih bisa terjadi sepanjang perdagangan hari ini.
Sebelumnya, Gubernur The Fed, Kevin Warsh, pada pertemuan forum perbankan central eropa kemarin mengatakan bahwa risiko inflasi telah menurun dalam beberapa Minggu mendatang, dengan target inflasi masih berada di 2 persen.
Karena The Fed sebelumnya tidak jadi menaikkan tingkat suku bunga, imbal hasil obligasi tentu tidak jadi kembali naik, bahkan cenderung mengalami penurunan.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya defisit pada neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Hal ini diakibatkan penurunan ekspor hingga 5,73 persen sementara impor tumbuh 22,16 persen secara tahunan.
Di sisi lain, kenaikan impor tersebut justru mencerminkan masih kuatnya kebutuhan domestik, baik untuk bahan baku, barang modal, maupun energi. "Jika peningkatan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, kondisi ini masih dapat dipandang positif karena mendukung aktivitas produksi dan investasi," kata tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (3/7/2026), mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street seiring aksi ambil untung investor pada saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,70 persen. Sementara Topix masih mampu menguat tipis 0,13 persen.
indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan dengan anjlok 5,36 persen saat pembukaan perdagangan. Penurunan tajam tersebut mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan untuk meredam volatilitas pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....