IHSG Lanjutkan Tren Penguatan, Naik 26,91 Poin pada Perdagangan Kamis Pagi
- 02 Jul 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat 0,47 persen ke level 5.709,84 pada perdagangan Kamis pagi.
- Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat terbatas, namun investor diminta tetap waspada terhadap koreksi.
- Bursa Asia-Pasifik melemah, dipimpin anjloknya indeks Kospi Korea Selatan hingga memicu penghentian sementara perdagangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada pembukaan perdagangan Kamis pagi. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 5.709,84 atau naik 0,47 persen (26,91 poin) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Analis melihat IHSG berpotensi menguat terbatas. "Kami memproyeksikan support dan resistance pada 5.320 – 5.735," kata tim Analais Pilarmas Investindo Sekuritas.
Namun pelaku pasar disarankan untuk tetap hati-hati. Karena koreksi masih bisa terjadi sepanjang perdagangan hari ini.
Sebanyak 356 saham menguat, 162 saham melemah, sementara 165 saham bergerak stagnan.
Adapun emiten dengan nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, BRPT dan TPIA.
Sebelumnya, Gubernur The Fed, Kevin Warsh, pada pertemuan forum perbankan central eropa kemarin mengatakan bahwa risiko inflasi telah menurun dalam beberapa Minggu mendatang, dengan target inflasi masih berada di 2 persen.
Karena The Fed sebelumnya tidak jadi menaikkan tingkat suku bunga, imbal hasil obligasi tentu tidak jadi kembali naik, bahkan cenderung mengalami penurunan.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya defisit pada neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Hal ini diakibatkan penurunan ekspor hingga 5,73 persen sementara impor tumbuh 22,16 persen secara tahunan.
Di sisi lain, kenaikan impor tersebut justru mencerminkan masih kuatnya kebutuhan domestik, baik untuk bahan baku, barang modal, maupun energi. "Jika peningkatan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, kondisi ini masih dapat dipandang positif karena mendukung aktivitas produksi dan investasi," kata tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (3/7/2026), mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street seiring aksi ambil untung investor pada saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,70 persen. Sementara Topix masih mampu menguat tipis 0,13 persen.
indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan dengan anjlok 5,36 persen saat pembukaan perdagangan. Penurunan tajam tersebut mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan untuk meredam volatilitas pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....