Rupiah Dibuka Melemah, tetapi Ada Peluang Berbalik Menguat
- 17 Jun 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah terpantau turun 29 poin ke level Rp17.754 pada pembukaan perdagangan Rabu 17 Juni 2026.
- Namun, rupiah berpeluang untuk berbalik menguat berdasarkan sejumlah faktor pendukung.
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu 17 Juni 2026. Menurut Bloomberg, hingga pukul 10.31 WIB rupiah turun 0,19 persen atau 29 poin ke posisi Rp17.754 per dolar AS.
Sehari sebelumnya, rupiah ditutup melemah 16 poin pada posisi Rp17.725 per dolar AS. Namun, analis pasar uang Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, memperkirakan rupiah kembali terapresiasi menjadi Rp17.680 per dolar AS.
Menurut dia, prediksi tersebut didukung oleh sejumlah faktor. Misalnya prospek perdamaian antara AS dan Iran yang membuat harga energi kembali turun.
“Sentimen investor global juga kembali membaik ditandai dengan sikap risk-on para investor,” ujarnya. Rasionalisasi anggaran MBG, lanjut Fikri, juga memberikan sentimen positif kepada pasar.
Sementara itu, indeks dolar AS juga cenderung melemah ke level 99,5. Tim Analis Mirae Asset Sekuritas mencermati apresiasi rupiah menuju kisaran Rp17.700 per USD dalam beberapa hari terakhir.
“Hal ini mengurangi tekanan langsung kepada Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut,” kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto. “Terutama setelah kenaikan pre-emptive menuju 5,5 persen pada awal bulan ini.”
Koreksi harga minyak Brent ke area awal USD80 per barel ikut memangkas risiko premium harga minyak. Sehingga hal tersebut meredakan kekhawatiran akan inflasi impor dan beban subsidi energi.
“Ke depan, kami memperkirakan BI akan tetap sangat bergantung pada data dalam menentukan keputusan kebijakan,” katanya. Karena itu, bank sentral akan terus memantau data arah rupiah dan sentimen risiko global.
Rully menambahkan BI kemungkinan akan memanfaatkan seluruh bauran instrumen untuk menyeimbangkan posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Yaitu pada kisaran nyaman Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS seiring meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak.
Menurut dia, kondisi tersebut membuka ruang lebih besar bagi stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Baik dalam jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....