Begini Cara Kerja Obligasi bagi Investor Pemula
- 16 Jun 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Obligasi bekerja melalui mekanisme pinjaman antara investor dan penerbit, di mana investor memperoleh kupon serta pengembalian pokok saat jatuh tempo.
- Investor membeli obligasi untuk mendapatkan pendapatan tetap yang relatif stabil dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham.
- Memahami cara kerja obligasi membantu investor menilai manfaat, risiko, dan kesesuaiannya dengan tujuan investasi jangka panjang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Obligasi semakin sering menjadi pilihan investasi masyarakat, terutama bagi mereka yang menginginkan instrumen dengan pendapatan tetap dan risiko yang relatif terukur. Namun, tidak sedikit calon investor yang masih bertanya-tanya bagaimana sebenarnya cara kerja obligasi.
Secara sederhana, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh dana dari masyarakat. Investor yang membeli obligasi pada dasarnya bertindak sebagai pemberi pinjaman, sementara penerbit obligasi menjadi pihak yang meminjam dana.
Agar lebih mudah dipahami, berikut tahapan cara kerja obligasi mengutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI):
1. Penerbit menawarkan obligasi
Proses dimulai ketika pemerintah atau perusahaan membutuhkan dana untuk membiayai proyek, pembangunan infrastruktur, atau kebutuhan lainnya. Untuk memperoleh dana tersebut, penerbit menerbitkan obligasi dan menawarkannya kepada investor melalui pasar modal atau perusahaan sekuritas.
2. Investor membeli obligasi
Investor yang tertarik dapat membeli obligasi sesuai nilai yang ditawarkan. Sebagai imbalannya, penerbit berjanji mengembalikan dana pokok pada saat jatuh tempo dan membayar bunga secara berkala.
3. Investor menerima kupon
Setelah obligasi dibeli, investor akan memperoleh pembayaran bunga atau kupon secara rutin. Pembayaran kupon biasanya dilakukan setiap tiga bulan atau enam bulan sekali.
Besaran kupon telah ditentukan sejak awal dan tercantum dalam dokumen penerbitan obligasi. Karena itu, investor dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima selama masa investasi.
4. Pokok investasi dikembalikan saat jatuh tempo
Ketika masa obligasi berakhir atau jatuh tempo, penerbit wajib mengembalikan seluruh dana pokok yang dipinjam dari investor. Investor memperoleh dua keuntungan, yaitu pendapatan dari kupon selama masa investasi dan pengembalian dana pokok pada akhir periode.
Sebagai contoh sederhana begini. Misalnya sebuah perusahaan menerbitkan obligasi dengan nilai Rp1 juta per lembar dan kupon 8 persen per tahun.
Seorang investor membeli 100 lembar obligasi dengan total investasi Rp100 juta. Dengan kupon 8 persen, investor akan menerima pendapatan sebesar Rp8 juta per tahun.
Jika obligasi tersebut memiliki tenor lima tahun, investor akan menerima kupon setiap tahun selama lima tahun. Setelah jatuh tempo, perusahaan akan mengembalikan dana pokok Rp100 juta kepada investor.
Mengapa Banyak Investor Memilih Obligasi?
Obligasi dinilai menarik karena menawarkan pendapatan yang lebih pasti dibandingkan saham. Selain itu, instrumen ini juga relatif lebih stabil, terutama untuk obligasi pemerintah yang dijamin oleh negara.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko gagal bayar penerbit dan perubahan suku bunga yang dapat memengaruhi harga obligasi di pasar. Dengan memahami cara kerjanya, investor dapat lebih mudah menentukan apakah obligasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko investasi yang dimiliki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....