Investor AS Dominasi Pembelian Obligasi Global Danantara
- 16 Jun 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Investor Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan global bond perdana Danantara Indonesia senilai 1,5 miliar dolar AS.
- Permintaan investor mencapai 4,6 miliar dolar AS atau lebih dari empat kali target awal penerbitan obligasi sebesar 1 miliar dolar AS.
- Rosan menilai tingginya minat investor global menjadi bukti kuat kepercayaan internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan tingginya minat investor global terhadap obligasi internasional (global bond) yang diterbitkan Danantara Indonesia. Menariknya, investor dari Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi tersebut.
Rosan mengatakan Danantara sebelumnya menargetkan penghimpunan dana sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat melalui penerbitan global bond. Namun, permintaan investor yang masuk mencapai 4,6 miliar dolar AS atau lebih dari empat kali target awal.
"Responsnya positif. Dari rencana 1 miliar dolar yang ingin kami capai, bookbuilding yang masuk kurang lebih 4,6 miliar dolar," kata Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Melihat tingginya permintaan tersebut, Danantara memutuskan meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi 1,5 miliar dolar AS. Dana tersebut terbagi dalam dua seri, yakni tenor lima tahun dan sepuluh tahun.
Obligasi tenor lima tahun diterbitkan dengan tingkat imbal hasil 5,35 persen. Sementara obligasi tenor sepuluh tahun menawarkan tingkat imbal hasil sebesar 5,95 persen.
"Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi," ujar Rosan. Ia menjelaskan dana hasil penerbitan obligasi akan mulai masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
Berdasarkan data Danantara, investor Amerika Serikat menyerap 38 persen obligasi tenor lima tahun. Sementara investor dari kawasan Eropa dan Timur Tengah menyumbang 41 persen, sedangkan Asia sebesar 21 persen.
Untuk obligasi tenor sepuluh tahun, dominasi investor Amerika Serikat bahkan lebih besar dengan porsi mencapai 52 persen. Investor dari Eropa dan Timur Tengah berkontribusi 31 persen, sedangkan Asia sebesar 17 persen.
Rosan mengatakan komposisi tersebut berbeda dibandingkan penerbitan obligasi Indonesia pada umumnya yang biasanya didominasi investor Asia. Kali ini, investor Amerika Serikat justru menjadi pembeli terbesar.
"Boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia peminatnya kebanyakan dari Asia. Tapi kali ini justru peminat dan pembeli terbesarnya berasal dari Amerika Serikat," kata Rosan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan hasil kunjungan kerja Rosan ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia yang tercermin dari tingginya minat investasi pada berbagai sektor strategis nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....