BI Imbau Masyarakat Tidak 'Panic Buying' Dolar untuk Bantu Penguatan Rupiah

  • 23 Mei 2026 05:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terus menerus terhadap dolar AS membuat sebagian orang panik. Sehingga mereka memborong dolar AS
  • banyak yang membeli dolar AS sekarang padahal ia baru membutuhkannya tiga bulan ke depan
  • memperketat pembelian valas per bulan per satu orang

RRI.CO.ID, Jakarta - Tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terus menerus terhadap dolar AS membuat sebagian orang panik. Sehingga mereka memborong dolar karena kekhawatiran harus mengeluarkan biaya yang lebih besar jika nanti dolar AS terus menguat.

"Karena mereka membeli dolar AS dengan rupiah. Yang namanya pasar kalau sudah panik, sama dengan waktu pandemi Covid19, orang-orang memborong barang-barang kebutuhan," kata Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Ruth A.Cussoy Intama dalam kegiatan Bank Indonesia di kota Makasar, Jumat 22 Mei 2026.

Menurutnya, banyak yang membeli dolar AS sekarang padahal ia baru membutuhkannya tiga bulan ke depan. Makanya BI memperketat pembelian valas per bulan per satu orang.

"Jadi kalau butuh dolarnya masih nanti tiga bulan lagi, tolong dong belinya jangan sekarang, nanti aja," ucap Ruth. Karena BI juga sudah memprakirakan rupiah akan kembali menguat pada Juli-Agustus mendatang," ujar Ruth.

Pada konsisi seperti itulah BI harus hadir di pasar. Serta mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak panic buying.

"Kalau memang kebutuhan dolarnya nanti, enggak usah beli sekarang. Dengan demikian kita sudah meredam ekspektasi , demand dan sebagainya," ucap Ruth.

Menurutnya, jika nilai tukar rupiah terus melemah, yang menderita seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Jumat, kembali menyentuh level RP17.000 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....