IHSG Dibuka Naik ke Level 6.988,91, "Rebound" usai Tekanan jelang Libur Panjang
- 04 Mei 2026 09:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat 32,11 poin ke 6.988,91 setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dalam sembilan bulan.
- Sentimen global yang membaik akibat meredanya tensi geopolitik membuka peluang "rebound" teknikal terbatas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan Senin 4 Mei 2026. Pada sesi pertama, IHSG berada pada level 6.988,91 atau meningkat 32,11 poin dari penutupan pekan lalu.
Kenaikan ini terjadi setelah IHSG ditutup turun signifikan pada Kamis 30 April 2026. Saat itu, indeks turun 144,42 poin atau 2,03 persen ke level 6.956,80.
Pelemahan sebelumnya dipicu aksi jual menjelang libur panjang dan momentum Hari Buruh Nasional. Saat itu seluruh sektor saham terkoreksi, terutama industri dan infrastruktur.
Koreksi tersebut juga membawa IHSG ke posisi terendah dalam sembilan bulan terakhir. Tekanan pasar saat itu mencerminkan sentimen risk-off yang cukup kuat.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan mulai meredanya tensi geopolitik menjadi katalis positif baru. Sinyal dari Amerika Serikat (AS) terkait penghentian konflik dengan Iran turut menurunkan harga minyak dunia.
“Penurunan harga minyak dapat meredakan kekhawatiran inflasi global,” ujarnya, Snin 4 Mei 2026. “Hal ini berpotensi membuat ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih stabil.”
Dalam kondisi tersebut, IHSG berpeluang bergerak lebih konstruktif pada pekan ini. Indeks diperkirakan mengalami rebound teknikal setelah sebelumnya terkoreksi ke area 6.900-an.
Meskipun demikian, Hendra mengingatkan pergerakan pasar masih dibayangi volatilitas. Menurut dia, investor masih akan mencermati konsistensi deeskalasi konflik global.
Dari sisi aliran dana, peluang masuknya investor asing mulai terbuka. Namun, inflow diperkirakan masih bersifat selektif dan bertahap.
“Investor global masih mempertimbangkan faktor suku bunga AS dan pergerakan nilai tukar,” ujarnya. Selain itu, lanjut Hendra, stabilitas rupiah juga menjadi perhatian utama.
Bagi investor domestik, kondisi tersebut dinilai sebagai momentum akumulasi bertahap. Terutama pada saham unggulan yang telah terkoreksi cukup dalam.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.850 hingga 6.900,” ucapnya. Sementara pada kisaran resistance berada di area 7.050 hingga 7.300.
Peluang penguatan menuju level 7.100 terbuka jika sentimen global tetap positif. Namun, risiko penurunan kembali tetap ada jika tekanan eksternal muncul.
Hendra mengatakan secara historis bulan Mei dikenal cenderung volatil di pasar saham global. Fenomena “sell in May” juga masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Secara keseluruhan, IHSG membuka pekan dengan penguatan terbatas. Peluang rebound tetap ada, tetapi investor disarankan tetap disiplin dalam manajemen risiko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....