Proyeksi Pergerakan IHSG jelang Rilis Data Ekonomi, Berpeluang 'Rebound'

  • 04 Mei 2026 07:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang 'rebound' (berbalik menguat) hari in
  • Secara teknikal, jika IHSG mampu rebound di atas level 7.000, diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.020-7.150
  • pekan ini investor global masih akan mencermati potensi putaran pembicaraan baru antara AS dan Iran serta rilis data ekonomi

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang 'rebound' (berbalik menguat) hari ini. Setelah ditutup turun signifikan sebelum libur May Day akhir pekan kemarin.

"Secara teknikal, jika IHSG mampu rebound di atas level 7.000, diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.020-7.150. Namun jika IHSG masih bergerak di bawah level 7.000, diperkirakan berpotensi uji level di 6.750-6.850," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Senin, 4 Mei 2026.

IHSG ditutup turun tajam hingga 2 persen ke level 6.956 pada Kamis, 30 April 2026. Penurunan disebabkan tekanan jual oleh investor asing yang nilainya mencapai Rp1,65 triliun.

Menurut Tim Phintraco, pada pekan ini investor global masih akan mencermati potensi putaran pembicaraan baru antara AS dan Iran. "Dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan data sektor jasa yang dipublikasikan Institute of Supply Management (ISM)," ucapnya.

Sedangkan dari dalam negeri, akan dirilis sejumlah data ekonomi pada pekan ini, antara lain indeks manufaktur Purchasing Managers' Index (PMI). Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini juga akan merilis data neraca perdagangan dan inflasi.

"Selain itu data pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 akan dirilis hari Selasa. Termasuk data cadangan devisa, indeks harga properti dan penjualan mobil," ujar Tim Phintraco.

Para investor, lanjut Tim Phintraco, juga akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026. Ada kekhawatiran di kalangan pelaku pasar akan disiplin fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi.

Realisasi APBN 2026 hingga akhir Maret 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari PDB. Defisit melebar dari 0,43 persen pada akhir Maret 2025.

Defisit ini disebabkan oleh kenaikan belanja negara sebesar 31,4 perse menjadi Rp815 triliun. Sementara pendapatan negara mencapai Rp574.9 triliun atau 18,2 persen dari target.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....