IHSG Melemah di Jeda Siang, Berada di Level 7.152,85

  • 24 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun signifikan 3,06% pada sesi pertama perdagangan 24 April 2026, dipicu sentimen negatif pasar
  • Revisi outlook saham Indonesia menjadi negatif oleh Fitch serta dinamika global AS-Iran menekan pergerakan indeks
  • Analis merekomendasikan strategi buy dan speculative buy pada saham ELSA dan MEDC di tengah pelemahan pasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Jumat, 24 April 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 3,06% atau 225,75 poin ke level 7.152,85.

Vice President (VP) of Equity Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, IHSG berpotensi cenderung melemah. Ia menyebut revisi outlook saham Indonesia menjadi negatif oleh Fitch menjadi faktor utama bagi pasar modal domestik.

Oktavianus memprediksi pergerakan indeks saham pada hari ini akan berada dalam rentang dukungan 7.245 hingga 7.558. Menurutnya, indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini sedang menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan bagi para investor.

“IHSG Jumat, 24 April 2026 kami perkirakan bergerak cenderung melemah dalam rentang level support 7.245 dan resistance 7.558. Dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan tren sejalan dengan RSI yang alami penurunan,” ujar Oktavianus di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Oktavianus mengatakan, indeks telah merosot tajam sebesar 2,16 persen hingga menyentuh level 7.378 pada perdagangan sebelumnya. Menurutnya, spekulasi negatif pasar muncul karena faktor progres komunikasi diplomatik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

“IHSG Kamis, 23 April 2026 ditutup melemah sebesar 2,16 ke level 7.378 ditengah sentimen penurunan outlook menjadi negatif untuk saham Indonesia oleh Fitch. Kemudian progres yang kecil terjadi antara AS dengan Iran cenderung memberikan spekulasi pasar yang negatif, dan mendorong kembali kenaikan harga minyak mentah,” kata Oktavianus.

Sementara, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan konstituen asal Indonesia telah memicu respon negatif di pasar. Ia menilai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terjadi karena faktor domestik.

Oktavianus merekomendasikan strategi trading buy untuk emiten berkode saham ELSA dengan area dukungan harga pada level 730. Bahkan, target resistansi atas mencapai angka 860 dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan aksi beli saham tersebut.

Ia juga menyarankan pelaku pasar untuk melakukan aksi speculative buy pada saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Menurutnya, instrumen investasi tersebut memiliki area dukungan di level 1.680 dan potensi kenaikan hingga level 1.840.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....