IHSG Sesi I Melemah ke Level 7.378,07 pada Pembukaan Perdagangan
- 24 Apr 2026 10:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka melemah ke level 7.378,07 dengan tekanan sentimen global dan domestik.
- Penurunan outlook oleh Fitch dan faktor geopolitik AS-Iran memicu spekulasi negatif pasar.
- Analis merekomendasikan strategi trading buy pada saham ELSA dan speculative buy pada MEDC.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada pada level 7.378,07 atau turun 0,53 poin (0,01 persen) dibandingkan sebelumnya.
Vice President (VP) of Equity Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, IHSG berpotensi cenderung melemah. Ia menyebut revisi outlook saham Indonesia menjadi negatif oleh Fitch menjadi faktor utama bagi pasar modal domestik.
Oktavianus memprediksi pergerakan indeks saham pada hari ini akan berada dalam rentang dukungan 7.245 hingga 7.558. Menurutnya, indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini sedang menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan bagi para investor.
“IHSG Jumat, 24 April 2026 kami perkirakan bergerak cenderung melemah dalam rentang level support 7.245 dan resistance 7.558. Dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan tren sejalan dengan RSI yang alami penurunan,” ujar Oktavianus di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Oktavianus mengatakan, indeks telah merosot tajam sebesar 2,16 persen hingga menyentuh level 7.378 pada perdagangan sebelumnya. Menurutnya, spekulasi negatif pasar muncul karena faktor progres komunikasi diplomatik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
“IHSG Kamis, 23 April 2026 ditutup melemah sebesar 2,16 ke level 7.378 ditengah sentimen penurunan outlook menjadi negatif untuk saham Indonesia oleh Fitch. Kemudian progres yang kecil terjadi antara AS dengan Iran cenderung memberikan spekulasi pasar yang negatif, dan mendorong kembali kenaikan harga minyak mentah,” kata Oktavianus.
Sementara, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan konstituen asal Indonesia telah memicu respon negatif di pasar. Ia menilai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terjadi karena faktor domestik.
Oktavianus merekomendasikan strategi trading buy untuk emiten berkode saham ELSA dengan area dukungan harga pada level 730. Bahkan, target resistansi atas mencapai angka 860 dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan aksi beli saham tersebut.
Ia juga menyarankan pelaku pasar untuk melakukan aksi speculative buy pada saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Menurutnya, instrumen investasi tersebut memiliki area dukungan di level 1.680 dan potensi kenaikan hingga level 1.840.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....