Indeks Harga Saham Kamis, 23 April 2026, Berpeluang Menguat

  • 23 Apr 2026 08:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG berpotensi menguat terbatas pada Kamis, 23 April 2026, dan mencoba menembus resistansi di level 7.600.

RRI.CO.ID, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan berlangsung dinamis dan indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat. Sentimen pasar masih akan dipengaruhi pergerakan bursa saham global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG berpotensi menguat terbatas dan mencoba menembus resistansi di level 7.600. “Namun hati-hati, jika gagal menembus level tersebut IHSG berpotensi terkoreksi kembali,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Fanny memprakirakan IHSG akan bergerak pada rentang 7.450-7.500 di level support dan 7.570-7.600 di level resistansi. Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,24 persen ke level 7.541,61 disertai net sell (jual bersih) asing Rp1,04 triliun.

Sementara itu, bursa saham Wall Street menguat signifikan ditopang pengumuman perpanjangan gencatan senjata oleh Presiden AS, Donald Trump. "Kinerja emiten yang solid juga ikut mendorong penguatan indeks harga saham," ucap Fanny.

Indeks S&P 500 menguat 1,05 persen, Nasdaq Composite melonjak 1,64 persen dan Dow Jones Industrial Average naik 0,69 persen. Perkembangan konflik AS-Iran makin menambah ketidakpastian global setelah kembali terjadi perpanjangan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.

Namun pihak Iran menegaskan menolak melanjutkan perundingan dengan AS. Ketegangan juga belum sepenuhnya mereda terutama di kawasan Selat Hormuz.

Sedangkan indeks harga saham di Asia-Pasifik ditutup beragam pada Rabu 22 April 2026. Kekhawatiran pelaku pasar meningkat akan berlanjutnya perang di kawasan Timur Tengah.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,40 persen ditopang laporan ekspor Jepang yang tumbuh 11,7 pada Maret 2026. Hal ini karena permintaan global yang solid serta kenaikan harga komoditas di negara itu.

Sementara itu, indeks Kospi Korea naik 0,46 persen dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,18 persen. Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melemah hingga 1,22 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....