ADB Tawarkan Paket Bantuan untuk Negara Terimbas Konflik Timur Tengah

  • 26 Mar 2026 08:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Asian Development Bank (ADB) menawarkan paket dukungan keuangan untuk menghadapi dampak ekonomi dan keuangan akibat konflik Timur Tengah.
  • Presiden ADB, Masato Kanda mengatakan Bantuan ADB ditawarkan pada negara-negara berkembang anggota ADB
  • ADB menyebut konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian dan memperketat kondisi keuangan di seluruh kawasan

RRI.CO.ID, Jakarta – Asian Development Bank (ADB) menawarkan paket dukungan keuangan untuk menghadapi dampak ekonomi dan keuangan akibat konflik Timur Tengah. Hal itu disampaikan Presiden ADB, Masato Kanda, melalui pernyataan tertulis pada Rabu 25 Maret 2026.

“Kami akan memberikan dukungan yang cepat, fleksibel, dan dapat disesuaikan untuk membantu negara-negara mengatasi tekanan mendesak,” ujarnya. Menurut dia, paket tersebut juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan negara dalam jangka panjang.

Menurut Masato, bantuan tersebut dapat dicairkan dengan cepat agar dapat digunakan untuk pembiayaan perdagangan dan rantai pasokan. Sehingga, impor barang-barang penting tetap bisa dilakukan, termasuk impor minyak.

“Kami memiliki rekam jejak yang kokoh dalam mendukung kawasan Asia Pasifik selama masa-masa ketidakpastian global,” ucapnya. Masato menegaskan ADB akan terus memantau perkembangan pasar global dan implikasinya terhadap perekonomian wilayah.

Misalnya fluktuasi harga energi, tekanan inflasi, dan neraca transaksi berjalan. Terutama di negara-negara berkembang yang menjadi anggota ADB.

Menurut analisis terbaru ADB, gangguan pada rute pengiriman menyebabkan kenaikan biaya dan waktu pengiriman. Sedangkan risiko pasokan mencakup sektor energi dan bahan baku industri utama seperti petrokimia dan pupuk.

Jika pasokan bahan baku itu terganggu, ini akan berdampak serius pada pertanian dan produksi pangan. Perekonomian yang bergantung pada pariwisata dan pengiriman uang juga akan mengalami guncangan.

“Konflik ini meningkatkan ketidakpastian dan memperketat kondisi keuangan di seluruh kawasan,” ujar Masato. Sehingga hal ini memberikan tekanan pada mata uang dan arus modal.

Karena itu, ADB akan memberikan dukungan keuangan dan teknis untuk membantu negara-negara anggotanya dalam mengelola risiko. Termasuk menjaga stabilitas makroekonomi dan melindungi kelompok masyarakat rentan.

Menurut Masato, intervensi ADB akan dilakukan melalui dua komponen. Yaitu dukungan anggaran dan Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan (TSCFP).

Dukungan anggaran diberikan untuk membantu negara-negara anggota yang menghadapi tekanan fiskal yang meningkat. Sedangkan Program TSCFP bertujuan untuk mendukung sektor swasta memastikan impor barang penting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....