Dibayangi Gejolak Harga Minyak, IHSG Naik di Sesi Perdagangan Pertama
- 12 Mar 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak fluktuatif dalam perdagangan sesi pertama hari ini. IHSG menguat di level 7.398,85 pada saat pembukaan perdagangan, lalu turun ke zona merah, menyentuh level terendah 7.323,74.
IHSG kembali naik ke zona hijau jelang jeda siang. Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG tercatat naik 0,53 persen ke level 7.428,78.
"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 7.400–7.500 pada sesi kedua perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 12 Maret 2026. Menurutnya, Sentimen pasar saham masih dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran.
Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati lebih lanjut imbas konflik pada gejolak harga energi. Karena harga minyak mentah dunia kembali naik signifikan, setelah sempat turun hari sebelumnya.
Beradasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menjadi USD93,5 barel, naik sekitar 7,15 persen. Sedangkan harga minyak Brent, hari ini menjadi USD98,69 atau naik 7,12 persen.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan akan menyediakan 400 juta barel minyak ke pasar. Minyak itu merupakan cadangan darurat IEA yang dilepas untuk mengatasi dampak perang AS-Iran.
"Jumlah itu melampaui 182 juta barel minyak yang dilepas IEA setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Namun, para investor telah memperhitungkan berita tersebut, sehingga kenaikan harga minyak menunjukkan sedikit reaksi terhadap pengumuman IEA itu," ujar Tim Phintraco.
Di sisi lain, Presiden Trump mengancam akan meningkatkan serangan AS terhadap Iran. Trump mengancam setelah menerima laporan bahwa Iran telah memasang ranjau laut di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu data inflasi AS bulan Februari 2026 berada di level 0,3 persen secara bulanan dan 2,4 persen secara tahunan. Laju inflasi itu sesuai dengan perkiraan pasar.
Begitu pula inflasi inti sebesar 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan, juga sesuai konsensus. "Namun data inflasi Februari tersebut belum memperhitungkan kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di AS-Iran," ujar Tim Phintraco.