IHSG Turun Tajam Terbebani Sikap Pasar
- 26 Feb 2026 23:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 8.235 dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun cukup dalam 1,04 persen atau 86,96 poin.
Sebanyak 568 saham harganya turun, 105 saham stagnan, dan hanya 146 saham yang harganya naik. Saham sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan paling dalam hingga -4,54 persen.
"IHSG melemah karena sentimen terbebani oleh sikap hati-hati menjelang rilis data domestik penting pekan depan. Diantaranya data inflasi Februari dan neraca perdagangan Januari yang akan dirilis BPS," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis, 26 Februari 2026.
Tim Pilarmas juga mencermati kondisi ketenagakerjaan menyusul laporan adanya PHK massal di sektor manufaktur utama di Jawa Timur. PHK tersebut memprihatinkan karena terjadi menjelang Hari Lebaran.
Di BEI, volume saham yang diperdagangkan hari ini tercatat sebanyak 56,52 miliar lembar saham. Sedangkan frekuensi perdagangan sebanyak 3,14 juta kali transaksi.
Total nilai perdagangan sebesar Rp28,14 triliun. Sehingga kapitalisasi pasar mengalami perubahan menjadi Rp14.773 triliun.
Hari ini indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi pelemahan diantaranya NCKL, EXCL, MDKA, SMGR dan BUMI.
Tim Pilarmas menyebut bursa saham di kawasan Asia bergerak mixed hari ini. Pasar bereaksi negatif terhadap laporan bahwa pemerintahan Trump berencana menggunakan program kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Pentagon.
Program AI itu akan digunakan untuk menetapkan harga acuan mineral kritis. Sementara itu, di Jepang, kebijakan moneter semakin mendekati fase yang telah lama dinantikan.
"Yaitu fase keluar dari kebijakan pelonggaran berskala besar selama bertahun-tahun," ujar Anggota Dewan Bank of Japan, Hajime Takata, dalam pidatonya pada Rabu kemarin. Ia menyebut momen ini sebagai “fajar yang sesungguhnya” ketika bank sentral secara bertahap mengubah arah kebijakannya.
"Hajime menekankan, seberapa mulus proses exit tersebut akan menentukan bagaimana era pelonggaran ini pada akhirnya dinilai," ujar Tim Pilarmas. Perkembangan bursa saham global, ikut menentukan sentimen pasar di dalam negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....