Dibantu BAZNAS, Omzet Usaha Snack Mustahik di Kalteng Tembus Rp12 Juta per Bulan

  • 05 Sep 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya membantu mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
  • Program pemberdayaan tersebut membuat omzet usaha Hatriyawati, 50 tahun, meningkat hingga dua kali lipat dan mencapai sekitar Rp12 juta per bulan.
  • Dukungan BAZNAS diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan usaha, pengembangan kemasan produk, hingga fasilitasi perizinan dan sertifikasi halal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya membantu mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Program pemberdayaan tersebut membuat omzet usaha Hatriyawati, 50 tahun, meningkat hingga dua kali lipat dan mencapai sekitar Rp12 juta per bulan.

Dukungan BAZNAS diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan usaha, pengembangan kemasan produk, hingga fasilitasi perizinan dan sertifikasi halal. Dengan dukungan tersebut, Hatriyawati mengembangkan sejumlah produk makanan ringan, di antaranya makaroni pedas manis karamel, makaroni spiral balado, dan emping jagung karamel.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, mengatakan perkembangan usaha Hatriyawati menjadi salah satu contoh dampak program pemberdayaan zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik.

Menurut Idy, perkembangan tersebut merupakan hasil perpaduan antara keuletan penerima manfaat dengan dukungan permodalan dan peningkatan kapasitas usaha yang diberikan BAZNAS.

"Inilah tujuan program pemberdayaan BAZNAS, membuat mustahik lebih berdaya, mandiri dan diharapkan nantinya bisa menjadi muzaki. BAZNAS ingin mencetak lebih banyak lagi muzaki-muzaki baru dari kalangan mustahik," ujar Idy dalam keterangannya, Rabu, 2 September 2026.

Ia mengatakan perjalanan usaha Hatriyawati menunjukkan bahwa usaha yang awalnya dijalankan secara sederhana dapat berkembang ketika pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang dan meningkatkan kapasitas produksi. Karena itu, pemberdayaan mustahik perlu diarahkan tidak hanya pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kemampuan agar penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Idy menambahkan, keberadaan BMD juga menjadi salah satu upaya BAZNAS memberikan akses permodalan yang lebih baik kepada mustahik. Dengan akses pembiayaan yang sesuai, mustahik diharapkan tidak bergantung pada praktik rentenir yang dapat membebani perkembangan usaha.

Sementara itu, penerima manfaat Program BMD, Hatriyawati, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan BAZNAS. Bantuan tersebut menurutnya memberikan perubahan terhadap kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran produknya.

"Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas," ujar Hatriyawati.

Sebelum mendapatkan bantuan BAZNAS, Hatriyawati hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus makanan ringan dengan omzet sekitar Rp800 ribu dalam satu kali produksi. Kini, kapasitas produksinya meningkat menjadi sekitar 200 bungkus dalam satu kali produksi.

"Alhamdulillah setelah dibantu BAZNAS saya bisa memproduksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan," katanya.

Peningkatan kapasitas produksi tersebut mendorong Hatriyawati untuk terus mengembangkan usahanya. Ia berencana meningkatkan jumlah produksi sekaligus menambah variasi makanan ringan agar pilihan produk semakin beragam dan jangkauan pemasaran semakin luas.

"Terima kasih BAZNAS dan para muzaki atas semua bantuan yang diberikan sehingga usaha saya terus berkembang. Dengan perkembangan usaha yang pesat ini, saya berharap dapat memiliki outlet sendiri dan semakin mengembangkan produk milik saya," ucap Hatriyawati.

BAZNAS Microfinance Desa atau BMD merupakan program pembiayaan produktif bagi mustahik dengan prinsip nonprofit. Program tersebut ditujukan untuk membantu pengembangan usaha, meningkatkan pendapatan, dan mendorong mustahik agar semakin mandiri secara ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....