Momentum Idulfitri Bikin UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
- 28 Mar 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Idulfitri jadi momentum strategis UMKM berkat lonjakan konsumsi, membuka peluang peningkatan omzet dan perluasan pasar.
- Pemerintah dorong UMKM naik kelas melalui kurasi produk, akses pembiayaan, digitalisasi, serta kampanye #KitaUMKM dan #KitaKasihTHR.
- Tantangan logistik masih terjadi, terutama keterlambatan pengiriman akibat tingginya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Momentum Idulfitri dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan omzet. Demikian disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Christina Agustin.
Ia mengatakan, peningkatan aktivitas belanja selama Ramadan dan Idulfitri harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM. Hal ini dilakukan sebagai pijakan untuk naik kelas.
"Idulfitri ini adalah momentum sangat penting bagi UMKM karena terjadi lonjakan konsumsi masyarakat. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas pasar," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menegaskan, momentum ini tidak hanya bersifat musiman. Melainkan menjadi titik dorong agar UMKM semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian UMKM menyiapkan berbagai program. Mulai dari kurasi produk untuk promosi di pasar lokal, kemudahan akses pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi.
Selain itu, kampanye seperti #KitaUMKM dan #KitaKasihTHR (Tips Harian Ramadan) juga digencarkan. Guna membantu pelaku usaha memaksimalkan peluang selama Ramadan.
"Kami juga mendorong UMKM mengikuti pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas SDM. Hingga sertifikasi produk agar lebih dipercaya dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global," katanya.
Dalam memperluas akses pasar, Kementerian UMKM turut menggandeng berbagai pihak, seperti platform e-commerce. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat promosi sekaligus memperlancar distribusi produk UMKM.
Meski demikian, tantangan tetap dihadapi pelaku UMKM, terutama dalam aspek logistik dan distribusi. Tingginya permintaan selama periode ini berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman.
Guru Besar Ekonomi Universitas Muhamadiyah, Muhammad Sholahuddin mengatakan bahwa Idulfitri menghadirkan “keberkahan ekonomi". Terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai pedagang atau pelaku UMKM.
Menurutnya, setiap tahunnya, Idulfitri selalu menjadi momentum yang menggembirakan. Tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi seluruh pelaku ekonomi, mulai dari pemasok, penjual, hingga pembeli.
"Hari raya membawa berkah. Dalam konteks ekonomi, semua pihak merasakan kebahagiaan karena adanya peningkatan aktivitas transaksi," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....