Momentum Lebaran 2026, Kementerian UMKM Dorong Penguatan Brand Pelaku Usaha
- 28 Mar 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian UMKM dorong penguatan brand dan digitalisasi agar pelaku usaha mampu bersaing dan tumbuh berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada momentum musiman.
- Omzet UMKM diproyeksi naik hingga 4 kali lipat saat Lebaran, dengan rata-rata harian mencapai Rp1–4 juta.
- Perputaran ekonomi capai Rp190 triliun, dengan sektor unggulan seperti makanan-minuman, fesyen muslim, dan hampers Lebaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian UMKM terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu bersaing dengan produk skala besar. Di antaranya dengan melalui penguatan brand, digitalisasi, serta diversifikasi produk, terutama pada momentum Idulfitri.
Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Christina Agustin, menegaskan momentum Lebaran tidak hanya dimaknai sebagai peluang musiman. Tetapi harus dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan.
"Kami melihat ke depan momentum ini tidak hanya momentum musiman. Kami ingin fokus pada penguatan brand, digitalisasi, dan diversifikasi produk agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan sepanjang tahun," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 28 Maret 2026.
Berdasarkan proyeksi Kementerian UMKM, kata dia, terjadi peningkatan omzet signifikan selama periode Lebaran. Rata-rata omzet harian UMKM diperkirakan mencapai Rp1 juta hingga Rp4 juta, atau meningkat hingga empat kali lipat.
Selain itu, perputaran ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri disebut mencapai sekitar Rp190 triliun secara nasional. Hal ini menunjukkan peran penting UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi, meski di tengah tekanan global.
"Perputaran ekonomi selama Ramadan dan Lebaran mencapai sekitar Rp190 triliun secara nasional. Ini menunjukkan UMKM tetap tangguh dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi," ucapnya.
Ia menyampaikan, adapun sektor yang paling diuntungkan meliputi makanan dan minuman, fesyen muslim. Hingga parcel atau hampers Lebaran, produk oleh-oleh, serta jasa pendukung seperti logistik, pengemasan, dan perlengkapan rumah tangga.
Ia berharap berbagai upaya penguatan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing. Sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa aktivitas mudik Lebaran menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Tradisi tahunan ini menciptakan efek berlapis bagi pelaku UMKM, pedagang, serta sektor jasa transportasi.
Data historis menunjukkan konsumsi rumah tangga meningkat 15–20 persen dibandingkan bulan normal. Seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat dan percepatan perputaran uang (velocity of money).
"Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....