Forum Industri Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

  • 13 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Forum industri mendorong penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indo Water dan sejumlah pameran industri terkait di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Salah satu agenda utama, Waste to Energy Forum, membahas penguatan pengelolaan sampah melalui pendekatan berkelanjutan. Forum tersebut menyoroti pemanfaatan sampah sebagai sumber daya dan energi.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah. Peran tersebut mencakup regulasi, kelembagaan, pendanaan, sarana prasarana, serta kerja sama dengan pelaku usaha.

Menurutnya, pengelolaan sampah perlu diarahkan dari pola pembuangan menuju pendekatan pengurangan dan pemanfaatan. Langkah tersebut mencakup reduce, reuse, recycle, serta pengembangan teknologi waste to energy.

Safrizal menilai pengembangan waste to energy membutuhkan tata kelola daerah yang siap. Kolaborasi antarpemangku kepentingan juga diperlukan agar pengelolaan sampah dapat menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, The ASEAN Recycling Summit 3.0 turut membahas penguatan industri daur ulang dan ekonomi sirkular. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, serta mitra dari kawasan ASEAN.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan tingkat daur ulang sampah di Indonesia. Menurutnya, penguatan pemilahan sampah menjadi salah satu langkah penting untuk mencapai target tersebut.

"Saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya event. Ini karena recycling rate kita sebenarnya masih lumayan sedikit," ujar Diaz.

Diaz mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan tingkat daur ulang. Upaya tersebut diharapkan mendukung target pemerintah dalam memastikan seluruh sampah nasional terkelola dengan baik pada 2029.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, Christine Halim, menilai persoalan sampah plastik tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Menurutnya, ekonomi sirkular juga berkaitan dengan pengembangan industri, inovasi teknologi, lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan business matching dan demonstrasi teknologi dari berbagai perusahaan peserta. Program tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku industri dengan pemangku kepentingan dan calon mitra.

Pameran Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum menghadirkan lebih dari 700 perusahaan. Peserta berasal dari 23 negara dengan area pameran mencapai 20.000 meter persegi.

Penyelenggaraan tersebut didukung lebih dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, akademisi, dan mitra strategis. Berbagai pihak turut menghadirkan forum, seminar, pelatihan, demonstrasi teknologi, dan program edukasi.

Rangkaian pameran berlangsung hingga Kamis, 13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Agenda tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi dan memperluas penerapan teknologi pengelolaan sampah berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....