APMF 2026 Fokus Susun Strategi Consumer Engagement di tengah Perubahan Teknologi
- 04 Agt 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- APMF 2026 mengangkat tema Blueprint the Beyond untuk merumuskan strategi baru menghadapi perubahan teknologi dan perilaku konsumen
- Forum menghadirkan lebih dari 25 pembicara internasional serta empat program utama, termasuk Applied Intelligence Lab dan Conference Stage
- Chairman APMF Andi Sadha menilai kolaborasi lintas industri menjadi kunci membangun masa depan consumer engagement yang berkelanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta - ‘Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026’ mengajak pelaku industri menyusun blueprint baru consumer engagement menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Forum tersebut menekankan pentingnya strategi jangka panjang agar brand tetap relevan di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.
Pesatnya pertumbuhan creator economy, fragmentasi media digital, serta perkembangan teknologi mengubah pola interaksi konsumen dengan berbagai brand. Kampanye pemasaran yang sebelumnya bertahan berbulan-bulan kini hanya berlangsung beberapa hari akibat perubahan perilaku konsumen.
Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi industri marketing dan komunikasi dalam menjaga relevansi brand secara berkelanjutan. Pelaku industri kini dituntut membangun sistem serta strategi adaptif, bukan sekadar menciptakan kampanye yang menarik perhatian.
APMF 2026 akan berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali. Forum yang diselenggarakan sejak 2005 tersebut mengusung tema Blueprint the Beyond untuk mempertemukan berbagai pemimpin industri Asia Pasifik.
Chairman Asia Pacific Media Forum (APMF) Andi Sadha mengatakan konferensi tersebut mengajak praktisi menyusun kerangka berpikir dan strategi jangka panjang. Berbeda dengan konferensi marketing pada umumnya, APMF 2026 menitikberatkan penyusunan strategi yang dapat diterapkan menghadapi perubahan industri.
"Saat ini tidak kekurangan insight, hampir setiap hari kita disuguhkan data baru, teknologi baru, dan tren baru. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengubah semua insight tersebut menjadi struktur pengambilan keputusan yang mampu membantu organisasi," ujar Andi dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Senin, 3 Agustus 2026.
Teknologi seperti generative AI, programmatic commerce, serta berkembangnya ekosistem kreator telah mengubah hubungan antara brand dan konsumen. Kondisi tersebut mendorong organisasi merancang kembali pendekatan dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.
Selama tiga hari pelaksanaan, APMF 2026 menghadirkan empat pengalaman utama untuk mendukung kolaborasi dan pengambilan keputusan strategis. Program itu meliputi Applied Intelligence Lab, Conference Stage, Innovation & Experience Showcase, serta Leadership Gatherings bagi para peserta.
Applied Intelligence Lab menghadirkan kelas implementatif mengenai AI, commerce, intellectual property, hingga consumer perception bagi peserta. Conference Stage menghadirkan keynote dan diskusi bersama tokoh berpengaruh dari bidang marketing, media, teknologi, serta budaya.
Forum tersebut juga menghadirkan lebih dari 25 pembicara dari berbagai negara dengan latar belakang industri berbeda. Di antaranya Regional Chief Creative Officer IMPACT BBDO Ali Rez, Ernest Prakasa, Rica Facundo, Sunny Gho, hingga Tuomas Peltoniemi.
Keberagaman pembicara mencerminkan perubahan lanskap marketing yang kini melibatkan teknologi, media, kreativitas, investasi, data, dan ekonomi kreatif. Karena itu, APMF dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan perspektif serta solusi yang lebih menyeluruh.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, APMF diikuti 921 peserta yang terdiri atas pengambil keputusan tingkat regional dari berbagai sektor. Peserta mencakup CMO, business leaders, growth leaders, pemilik brand, pelaku industri kreatif, media, agensi, hingga platform teknologi.
"Kami percaya bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi atau satu sektor saja. Masa depan consumer engagement hanya dapat dibangun melalui kolaborasi lintas industri," ucap Andi.
APMF 2026 diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus menghasilkan keputusan, kemitraan, dan kerangka kerja bagi organisasi. Pendaftaran peserta telah dibuka melalui situs resmi APMF untuk mendukung kesiapan menghadapi tantangan industri pada dekade mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....