KAI Kelola 2.997,99 Ton Limbah Operasional selama 2025
- 06 Agt 2026 02:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mengelola 2.997,99 ton limbah daur ulang selama tahun 2025.
- KAI meningkatkan volume pengelolaan material bekas operasional sebesar 36,31 persen secara sirkular.
- Mitra BUMN memanfaatkan kembali material besi dan baja bekas sarana kereta api.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengelola 2.997,99 ton limbah daur ulang sepanjang 2025. Capaian volume tersebut tercatat mengalami peningkatan sebesar 36,31 persen dibandingkan perolehan pada tahun 2024.
Perusahaan milik negara tersebut merilis data pengelolaan material operasional pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Upaya sirkularitas ini bertujuan mempertahankan nilai guna material agar tetap bermanfaat dalam rantai produksi.
United Nations Environment Programme (UNEP) memproyeksikan ekstraksi sumber daya global meningkat 60 persen pada 2060. Pemerintah Indonesia telah memasukkan konsep ekonomi sirkular ke dalam agenda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan penerapan prinsip sirkularitas pada lingkungan operasional perusahaan. Pemilahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) diserahkan langsung kepada mitra pengelola bersertifikasi resmi.
“Penerapan ekonomi sirkular memberi ruang agar material yang masih memiliki nilai dapat digunakan kembali. Melalui pengelolaan yang terukur, KAI berupaya mengurangi residu, menjaga kepatuhan lingkungan, serta mendukung ketersediaan material bagi kegiatan industri,” ujar Anne.
Setiap unit kerja seperti balai yasa hingga stasiun rutin mengirimkan laporan pengelolaan sampah lingkungan. Sarana perkeretaapian berusia 20 hingga 40 tahun dialihkan statusnya menjadi Aktiva Tetap Diberhentikan dari Operasi (ATDO).
Anne menyampaikan mekanisme penghapusbukuan aset bekas dilakukan secara terbuka melalui proses tender badan hukum. Penjualan material tersebut dilaksanakan setelah mengantongi persetujuan Kementerian BUMN serta Kementerian Perhubungan secara sah.
“Material besi, baja, dan logam memiliki masa manfaat yang dapat diperpanjang melalui pengolahan kembali. Langkah ini membantu menjaga nilai ekonomi aset, mengurangi kebutuhan terhadap material primer, serta mendukung rantai pasok industri nasional,” kata Anne.
Beberapa perusahaan manufaktur seperti PT Krakatau Steel memanfaatkan kembali sisa material besi baja kereta. Mitra industri seperti PT Pindad dan PT Barata Indonesia turut mengolah aset menjadi produk baru.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perseroan dalam memperkuat tata kelola. Langkah evaluasi berkala terhadap mitra pengelola limbah terus ditingkatkan demi menjamin kepatuhan aturan operasional.
“Ekonomi sirkular membutuhkan pengelolaan yang konsisten sejak material digunakan hingga memasuki akhir masa manfaatnya. KAI terus memperkuat proses tersebut agar kegiatan operasional semakin efisien, tertib, dan memberi nilai tambah bagi lingkungan serta perekonomian nasional,” kata Wisnu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....