Bapanas Pastikan Harga Telur dan Ayam Broiler Mulai Pulih
- 22 Jul 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bapanas memastikan pemerintah terus menjaga kewajaran harga telur ayam ras dan ayam hidup (broiler) di tingkat produsen.
- Langkah ini dilakukan untuk melindungi keberlanjutan produksi unggas, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan peternak.
- Jawa Timur menjadi daerah dengan rata-rata harga telur peternak terendah, yakni Rp22.456 per kg.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus menjaga kewajaran harga telur ayam ras dan ayam hidup (broiler) di tingkat produsen. Langkah ini dilakukan untuk melindungi keberlanjutan produksi unggas, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan peternak.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, sebagai negara produsen, Indonesia harus memastikan harga komoditas unggas tetap berada pada tingkat yang wajar. "Kita kan negara produsen, tentu harganya harus wajar. Jangan sampai peternak kita tidak mau berproduksi, masa kita harus impor," kata Ketut saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Menurutnya, tren harga telur dan ayam broiler di tingkat peternak mulai mengalami kenaikan secara bertahap setelah sebelumnya sempat anjlok cukup drastis. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi peternak unggas.
Ketut pun mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kewajaran harga telur ayam ras dan ayam broiler di tingkat peternak. Agar produksi unggas dalam negeri dapat terus berkesinambungan.
Indonesia sendiri tercatat mengalami surplus produksi telur dan daging ayam. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Bapanas, produksi telur ayam ras pada Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 4,17 juta ton. Sementara kebutuhan nasional pada periode yang sama diperkirakan sekitar 3,8 juta ton.
Untuk daging ayam ras, produksi Januari-Juli 2026 diproyeksikan mencapai 2,93 juta ton. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang diperkirakan sebesar 2,34 juta ton.
"Untuk itu, pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan peternak unggas dalam negeri. Salah satunya memastikan kewajaran harga di tingkat peternak," ujar Ketut.
Meski demikian, Ketut menyebut indeks harga yang diterima peternak unggas berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan sejak Maret 2026. Pada Maret, indeks tersebut masih berada di level 138,19.
Kemudian, hingga Juni 2026, indeks tersebut turun 10,96 poin menjadi 127,23. Angka tersebut menjadi yang terendah kedua sepanjang 2026 setelah Januari, ketika indeks berada di level 127,19.
"Sebagaimana arahan Bapak Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) beserta Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan, semua bergerak agar bagaimana mengupayakan harga telur kembali mulai baik. Untuk harga ayam pun sama," kata Ketut.
Berdasarkan pantauan harga Bapanas per 21 Juli 2026, rata-rata harga telur ayam ras dan ayam broiler di tingkat peternak secara nasional kompak mengalami kenaikan. Harga telur naik 3,15 persen dan ayam broiler meningkat 2,68 persen dalam sepekan terakhir.
Meski demikian, rata-rata harga telur dan daging ayam ras di tingkat konsumen, meski mengalami kenaikan, masih belum menyentuh plafon Harga Acuan Penjualan (HAP). "Oleh karena itu, tren positif harga yang sedang bertumbuh saat ini patut dipahami sebagai bentuk proses menuju kewajaran harga seiring dengan produksi dalam negeri yang juga terus bertumbuh," katanya.
Harga telur ayam ras di tingkat peternak per 21 Juli tercatat Rp23.676 per kilogram (kg), naik 3,15 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang berada di level Rp22.952 per kg.
Jawa Timur menjadi daerah dengan rata-rata harga telur peternak terendah, yakni Rp22.456 per kg. Sementara harga tertinggi tercatat di Sulawesi Utara sebesar Rp28.240 per kg.
Adapun rata-rata harga ayam broiler di tingkat peternak secara nasional mencapai Rp22.477 per kg berat hidup per 21 Juli. Harga tersebut naik 2,68 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang berada di level Rp21.891 per kg berat hidup.
Harga ayam broiler terendah tercatat di Banten sebesar Rp20.375 per kg berat hidup, sedangkan harga tertinggi berada di Sumatera Barat sebesar Rp25.714 per kg. "Nah, sekarang ini memang mulai mengalami kenaikan, tetapi selama masih berada dalam koridor HAP, kondisinya relatif masih baik," ujar Ketut.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan hasil produksi peternak unggas lokal akan diserap bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Yakni, melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amran menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BGN yang menyanggupi untuk konsisten menyerap telur dari peternak. Penyerapan telur untuk kebutuhan MBG diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan harga di tingkat peternak unggas dalam negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....