Nilai Ekspor Batu Bara AS Naik, Asia Jadi Pasar Utama

  • 05 Jul 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ekspor batu bara AS mencapai 23,69 juta short ton pada kuartal I 2026, meningkat 0,9 persen dibanding kuartal IV 2025.
  • Kawasan Asia menjadi pasar utama dengan menyerap lebih dari separuh total ekspor batu bara AS, mencapai 13,08 juta short ton.
  • Harga ekspor batu bara AS pada kuartal I 2026 rata-rata mencapai 114,22 dolar AS per short ton dengan tren permintaan energi di Asia masih kuat.
  • Negara-negara Asia seperti Indonesia, India, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam mencatat peningkatan impor batu bara dari AS selama periode tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai ekspor batu bara Amerika Serikat (AS) meningkat pada kuartal I 2026 seiring kenaikan pengiriman ke pasar internasional. Kawasan Asia tetap menjadi tujuan utama ekspor batu bara AS dengan menyerap lebih dari separuh total pengiriman.

Berdasarkan laporan US Energy Information Administration (EIA), ekspor batu bara AS mencapai 23,69 juta short ton sepanjang Januari-Maret 2026. Angka tersebut meningkat 0,9 persen dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai 23,47 juta short ton.

Selain peningkatan volume, harga ekspor batu bara AS juga tercatat cukup tinggi. EIA mencatat rata-rata harga ekspor batu bara AS pada kuartal I 2026 mencapai 114,22 dolar AS per short ton.

Kawasan Asia masih menjadi pasar terbesar bagi batu bara AS. Sepanjang kuartal I 2026, ekspor batu bara ke Asia mencapai 13,08 juta short ton.

Angka tersebut naik 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 12,39 juta short ton. Dengan capaian tersebut, lebih dari separuh total ekspor batu bara AS dikirim ke negara-negara Asia.

Volume tersebut juga melampaui ekspor ke kawasan Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, serta Australia dan Oseania. Sejumlah negara Asia mencatat peningkatan impor batu bara dari AS selama periode tersebut.

Di antaranya Indonesia, India, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam. Data EIA menunjukkan tren permintaan energi di kawasan Asia masih menjadi faktor penting yang menopang ekspor batu bara AS.

Kondisi tersebut terjadi di tengah penurunan konsumsi batu bara di pasar domestik Amerika Serikat. Meski demikian, seluruh data ekspor tahun 2025 dan 2026 masih bersifat sementara atau preliminary.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....