Presiden Targetkan Penutupan 700-800 BUMN hingga Akhir 2026
- 24 Jun 2026 07:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyebut, terdapat ratusan perusahaan BUMN yang selalu merugi
- Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 700-800 perusahaan dibawah naungan BUMN akan ditutup
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan, saat ini terdapat sekitar 240 perusahaan BUMN telah ditutup
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menutup sekitar 700-800 ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu diungkapkan Kepala Negara pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU), Selasa 23 Juni 2026.
Menurut Presiden, alasan penutupan ratusan BUMN itu dikarenakan kinerja yang tidak optimal dan terus merugi. Karena itu, Kepala Negara menyatakan akan menutup perusahaan-perusahaan secara bertahap hingga akhir 2026.
“Kami sudah menutup kurang lebih 240 BUMN, tidak yang untung, rugi terus,” ujarnya. “Ujung-ujungnya kami akan menutup 800 perusahaan negara, minimal 700 lah.”
Presiden mengatakan penutupan 240 BUMN ini menghasilkan penghematan dan penyelamatan anggaran negara untuk hal yang tidak produktif. Salah satunya yang diperuntukan bagi jajaran direksi dan komisaris perusahaan-perusahaan tersebut.
“Kalau dihitung misalnya empat direksi dan empat komisaris gajinya masing-masing Rp50 juta sebulan, sudah berapa uang yang keluar,” katanya bertanya. “Karena itu, kami bisa menghemat triliunan rupiah hanya dengan menutup perusahaan-perusahaan yang tidak benar.”
Presiden menegaskan restrukturisasi BUMN dilakukan untuk memastikan perusahaan milik negara dikelola secara profesional. Sehingga nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat banyak.
Karena itu, Presiden meminta praktik tata kelola yang buruk di sejumlah BUMN harus dihentikan. “Sehingga negara tidak terus merugi karena pengelolaan BUMN yang tidak benar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....