Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp66 Miliar di Thailand

  • 19 Jun 2026 15:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kopi Indonesia membukukan potensi transaksi Rp66 miliar di World of Coffee Bangkok 2026.
  • Sebanyak 60 buyer dari berbagai negara menyatakan minat membeli 337 ton kopi Indonesia.
  • Thailand dinilai menjadi pasar ekspor potensial karena konsumsi kopi terus meningkat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Produk kopi Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar Rp66 miliar dalam ajang World of Coffee Bangkok 2026 di Thailand. Nilai tersebut berasal dari komitmen pembelian sebanyak 337 ton kopi Indonesia oleh pembeli dari berbagai negara.

Pameran kopi internasional itu berlangsung di Bangkok pada 7–9 Mei 2026. Potensi transaksi yang tercatat mencapai USD3,89 juta atau setara sekitar Rp66 miliar.

Atase Perdagangan RI di Bangkok, Rafika Arfani, mengatakan pameran tersebut menjadi sarana efektif mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli mancanegara. Antusiasme terhadap kopi Indonesia dinilai sangat tinggi selama penyelenggaraan acara.

“Pameran World of Coffee Bangkok menjadi sarana efektif untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer potensial dari berbagai negara. Antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia sangat tinggi,” ujar Rafika dalam keterangannya di Bangkok, Rabu, 17 Juni 2026.

Komitmen pembelian tersebut berasal dari sekitar 60 calon pembeli potensial. Mereka berasal dari Thailand, Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, dan Taiwan.

Paviliun Indonesia merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia, KBRI Bangkok, dan Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Bangkok. Sebanyak 20 pelaku usaha kopi binaan Bank Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Peserta berasal dari berbagai sentra kopi nasional, mulai Aceh hingga Papua. Paviliun juga menghadirkan demonstrasi barista yang memungkinkan peserta menyajikan langsung kopi unggulannya kepada calon pembeli.

Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, menilai Thailand menjadi pasar potensial bagi kopi Indonesia. Hal itu didukung tingginya konsumsi kopi masyarakat Thailand yang terus meningkat.

Menurutnya, konsumsi kopi masyarakat Thailand naik hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Sementara produksi kopi domestik Thailand masih jauh di bawah kebutuhan pasar.

“Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif. Khususnya bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor,” kata Hari.

Pelaku usaha kopi asal Bali, I Komang Sukarsana, menilai pameran internasional tersebut membuka peluang memperluas jaringan bisnis. Selain itu, pelaku usaha dapat mempelajari tren industri kopi global secara langsung.

Sementara itu, perwakilan CV Mandiri Kopi Sumatera Utara, Titis Budi Prihatin, mengatakan kegiatan tersebut membantu UMKM menjangkau calon pembeli dari berbagai negara. Menurutnya, minat pasar Thailand terhadap kopi Indonesia cukup besar.

Selain pameran, Atase Perdagangan RI di Bangkok juga memfasilitasi business matching dengan Café Amazon. Jaringan kedai kopi terbesar di Thailand itu menyatakan ketertarikan mengeksplorasi peluang kerja sama dengan Indonesia.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar karena kebutuhan kopi Thailand belum dapat dipenuhi produksi dalam negeri. Bahkan, perusahaan importir Peaberry Thai Co., Ltd. menyatakan minat terhadap kopi Gayo asal Aceh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....