Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp593 Miliar di World of Coffee 2026

  • 15 Jun 2026 16:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mencatat potensi transaksi kopi sebesar Rp593,3 miliar di World of Coffee 2026.
  • Paviliun Indonesia menjadi sarana promosi, penjajakan bisnis, dan penandatanganan kerja sama dagang.
  • Barista Indonesia masuk tujuh besar kompetisi Latte Art internasional di ajang tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta – Produk kopi Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 34,7 juta atau sekitar Rp593,3 miliar. Capaian tersebut diperoleh dalam ajang World of Coffee (WoC) 2026 di San Diego, Amerika Serikat yang berlangsung pada 10–12 April 2026.

Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, mengatakan nilai potensi transaksi tersebut berasal dari penjualan sejumlah komoditas. Nilai tersebut juga belum termasuk peluang bisnis lanjutan dari permintaan informasi dan penjajakan dagang yang berpotensi berkembang menjadi kontrak ekspor.

“Selama tiga hari pameran, Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 34,7 juta. Hal ini mencakup biji kopi mentah (green beans), kopi sangrai (roasted coffee), serta produk turunan kopi lainnya,” ujar Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi kopi nasional di pasar Amerika Serikat. Paviliun Indonesia juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan keragaman kopi Nusantara serta komitmen terhadap praktik produksi berkelanjutan.

Ia menjelaskan, kehadiran Indonesia dalam WoC 2026 menjadi wadah pertemuan pelaku industri kopi Indonesia dengan calon pembeli internasional. Hal ini sekaligus menjawab tuntutan pasar terhadap keberlanjutan, transparansi, dan keterlacakan produk.

Selama pameran berlangsung, Paviliun Indonesia menggelar berbagai kegiatan promosi dan penjajakan bisnis. Kegiatan itu meliputi pertemuan bisnis, sesi cupping, coffee tasting, hingga diskusi dengan pelaku industri kopi dunia.

Paviliun Indonesia juga menghasilkan sejumlah peluang kerja sama yang akan ditindaklanjuti setelah pameran. Tercatat dua penandatanganan nota kesepahaman dan Letter of Intent antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional.

Mengusung tema “Indonesia: Home of the Finest Coffee”, paviliun tersebut menampilkan 12 peserta. Berbagai jenis kopi unggulan seperti Gayo, Mandheling, Java Preanger, Toraja, Kintamani, dan Flores Bajawa turut diperkenalkan kepada pasar global.

Prestasi juga diraih Indonesia dalam ajang pendukung pameran tersebut. Barista Indonesia, Joost Rolland, berhasil menempati peringkat ketujuh dari 33 peserta internasional pada kompetisi Latte Art.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....