Mendag Pastikan HET Minyakita Tetap Rp15.700 Per Liter

  • 13 Jun 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendag Budi Santoso memastikan HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter dan belum ada keputusan kenaikan harga.
  • Pemerintah masih memantau perkembangan harga CPO sebagai salah satu pertimbangan dalam evaluasi kebijakan harga Minyakita.
  • Pemerintah memperkuat distribusi Minyakita melalui Bulog dan ID Food serta mendorong peningkatan produksi minyak goreng merek kedua untuk menjaga pasokan.

RRI.CO.ID, Bogor - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita belum mengalami kenaikan. Hingga saat ini, HET Minyakita tetap berada pada level Rp15.700 per liter.

Menurutnya, pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga Minyakita belum diambil.

“Sampai saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng. Jadi, HET minyak goreng masih Rp15.700 per liter,” kata Budi Santoso di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Juni 2026.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah pernah mengkaji opsi penyesuaian HET Minyakita. Namun, kebijakan tersebut belum diterapkan karena kondisi pasar masih belum memenuhi persyaratan yang diperlukan.

Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan yang terus dipantau pemerintah adalah perkembangan harga CPO. Pemerintah akan terus mencermati kondisi pasar sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga.

“Dulu kan syaratnya kalau harga CPO stabil, kondisinya sudah memungkinkan. Tapi sampai sekarang, sampai saat ini tidak naik,” ujar Budi.

Meski harga Minyakita belum mengalami perubahan, pemerintah saat ini memprioritaskan perluasan jangkauan distribusinya. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng rakyat dengan harga yang tetap terjangkau.

Pemerintah memperkuat distribusi Minyakita dengan melibatkan BUMN pangan, termasuk Perum Bulog dan ID Food. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di pasar tradisional.

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga menyiapkan perubahan skema dalam program bantuan pangan. Jika sebelumnya Minyakita menjadi bagian dari paket bantuan, ke depan dapat digunakan minyak goreng merek lain sebagai alternatif.

Pemrintah, kata dia, juga telah meminta produsen untuk meningkatkan produksi minyak goreng merek kedua. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pasokan minyak goreng di pasar.

“Jadi tidak hanya Minyakita, tetapi minyak goreng second brand juga sudah banyak. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” ucap Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....