Kolaborasi Dua Kementerian Perkuat Jejaring Kreatif Dunia

  • 20 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekraf dan Kemlu perkuat kolaborasi diplomasi ekonomi kreatif Indonesia
  • WCCE 2026 dipersiapkan untuk memperluas investasi dan akses pasar global
  • Konferensi WCCE 2026 ditargetkan diikuti lebih dari 80 negara
  • Kemlu siap mendukung penguatan kerja sama ekonomi kreatif internasional
  • Kontribusi ekonomi kreatif 2024 mencapai Rp1.611,15 triliun atau 7,28 persen PDB

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Tujuannya untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan dan memperluas jaringan kerja sama di tingkat global.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, telah sepakat dengan Menlu, Sugiono, guna meningkatkan soliditas sinergi dua lembaga. Targetnya membangun diplomasi lebih kuat, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South dan pusat ekonomi kreatif dunia.

“Sebagai elemen penting dalam Grand Strategy Diplomasi Soft Power Indonesia, ekonomi kreatif telah terbukti menjadi instrumen diplomasi yang efektif. Kemitraan erat dengan Kemlu adalah fondasi utama bagi Indonesia untuk terus memperkuat kepemimpinannya di kancah ekonomi kreatif global,” ujar Riefky di Kantor Kemlu, Jakarta, Selasa Mei 2026.

Pertemuan juga membahas persiapan penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy 2026. Forum itu diharapkan membuka peluang investasi dan akses pasar internasional lebih luas bagi para pegiat ekonomi kreatif nasional.

“Kolaborasi ini sangat krusial, Jaringan kuat yang dimiliki Kemlu di tingkat global akan menjadi motor penggerak utama dalam menyukseskan agenda diplomasi kreatif kita dan memperluas dampak ekonomi nasional,” kata Riefky.

WCCE 2026 akan dipromosikan juga melalui perwakilan Indonesia di luar negeri, demi menarik partisipasi lebih dari 80 negara. Mengusung tema ‘Inclusively Creative: Collective Continuity", konferensi multilateral ini berfokus pada keberlanjutan kerja sama antarbangsa.

WCCE 2026 akan menghadirkan tujuh elemen acara utama, yaitu Friends of Creative Economy (FCE) dan Meeting, Ministerial Meeting, Ada pula Plenary Session, Creative Session, Creativillage, Bilateral Meeting (B2B, G2G, G2B), serta Official Dinner.

Kinerja ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan tren positif. Tahun 2024 kontribusinya terhadap PDB nasional mencapai Rp 1.611,15 triliun atau sebesar 7,28 persen.

Memasuki tahun 2025, tren positif berlanjut dengan capaian nilai ekspor sebesar 31,94 miliar dolar Amerika Serikat. Realisasi investasi Rp 183,01 triliun, serta penyerapan tenaga kerja yang melonjak hingga 27,4 juta orang.

Kerjasama kedua kementerian telah terjalin kuat, mulai WCCE Bali 2018 dan 2022, 2021 di Dubai, hingga Tashkent 2024. Selain itu program peningkatan kapasitas 79 negara anggota Organisasi Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS) di Bali.

Implementasi kolaborasi aktif telah terbangun kokoh dengan tujuh negara mitra strategis. Diantaranya meliputi Australia, Belanda, Denmark, Filipina, Thailand, Prancis, dan Inggris.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....