MSCI Depak 18 Saham Indonesia, Minta BEI Benahi Ekosistem Pasar Modal Domestik

  • 14 Mei 2026 08:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar meminta, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembenahan serius pada ekosistem pasar modal domestik.
  • Ada 18 saham asal Indonesia yang dicoret dari Indeks MSCI. Pemerintah dan BEI harus bergerak cepat melakukan pembenahan.
  • Kita optimistis gejolak pasar bisa segera stabil. Sehingga bisa mencegah dana asing agar tetap stay di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar meminta, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembenahan serius pada ekosistem pasar modal domestik. Mengingat, Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah mencoret 18 saham asal Indonesia dalam peninjauan berkala (rebalancing) edisi Mei 2026.

“Ada 18 saham asal Indonesia yang dicoret dari Indeks MSCI. Pemerintah dan BEI harus bergerak cepat melakukan pembenahan,” kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.

Marwan memperingatkan, pencoretan massal ini oleh MSCI berpotensi memicu pelemahan pasar saham domestik. Serta, menggerus daya tarik investasi Indonesia di mata investor internasional.

"Jika tidak segera dimitigasi, dikhawatirkan akan terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) yang massif. Situasi ini pada akhirnya dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta stabilitas keuangan nasional secara keseluruhan," ucap Marwan.

Kemudian, ia menegaskan, insiden ini harus dijadikan momentum bagi BEI untuk memperbaiki transparansi dan keterbukaan kepemilikan saham. Termasuk, meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float).

Menurutnya, kredibilitas pasar modal sangat bergantung pada kualitas tata kelola emiten dan ekosistem bursa yang sehat. "Kita berharap agar keputusan MSCI ini menjadi tiitk tolak pembenahan pasar saham secara menyeluruh,” ujar Marwan.

Meskipun saat ini berada dalam tekanan, Marwan menyatakan, optimis fundamental pasar saham Indonesia masih cukup baik. Ia menantikan langkah konkret dari otoritas bursa untuk memperbaiki ekosistem nasional.

“Kita optimistis gejolak pasar bisa segera stabil. Sehingga bisa mencegah dana asing agar tetap stay di Indonesia,” kata Marwan.

Sebelumnya, MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala atau index review periode Mei 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026. Hasil rebalancing kali ini dinilai mengejutkan pelaku pasar karena jauh melenceng dari ekspektasi.

Dalam penyesuaian tersebut, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Meski dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, saham AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes. Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes.

Yakni ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, TKIM, APIC, SSMS, TPAG, dan MSIN. MSCI menyebut seluruh perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....