Penggunaan CNG Didorong Disosialisasikan ke Masyarakat

  • 07 Mei 2026 09:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur Indonesia OPEC, Widhyawan Prawiraatmadja, menyebut penggunaan CNG masih bersifat alternatif dan akan berdampingan dengan LPG di masyarakat.
  • Pemerintah dinilai perlu memberi insentif serta memastikan CNG mudah digunakan, terjangkau, dan pasokannya tersedia agar masyarakat mau beralih.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan subsidi untuk CNG tetap diberikan guna membantu masyarakat sesuai arahan Presiden

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Indonesia OPEC, Widhyawan Prawiraatmadja, menilai penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif LPG perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Penggunaan CNG saat ini masih bersifat alternatif, sehingga keberadaannya akan berdampingan dengan LPG di masyarakat.

"Kalau disebut alternatif, berarti nantinya di lapangan masih ada dua-duanya, yakni LPG dan CNG. Jadi masyarakat akan menentukan sendiri apakah mau beralih atau tetap menggunakan yang lama," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, agar masyarakat tertarik beralih ke CNG, pemerintah perlu memberikan insentif pada tahap awal. Insentif tersebut dapat berupa harga yang lebih murah atau bantuan penggunaan awal.

Ia mengingatkan, tantangan terbesar adalah ketika masyarakat sudah mulai mencoba, namun akhirnya enggan beralih karena berbagai kendala. Oleh sebab itu, aspek keterjangkauan dan kemudahan penggunaan menjadi faktor penting.

"Ada beberapa hal sederhana yang harus dipenuhi, yaitu harga terjangkau, mudah didapat, dan mudah digunakan," ucapnya.

Ia juga menyoroti kemungkinan kendala teknis di lapangan, seperti ukuran tabung yang lebih besar dan penggunaan bagi UMKM. Ia menilai, hal tersebut perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak merasa terbebani saat beralih ke energi baru.

Selain itu, ia menekankan pentingnya jaminan pasokan CNG agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan bakar saat dibutuhkan. "Jangan sampai ketika habis, pasokannya tidak ada, itu bisa menjadi masalah besar bagi masyarakat," ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah akan tetap memberikan subsidi. Terutama untuk penggunaan compressed natural gas (CNG), sebagaimana halnya LPG.

Ia menyatakan, kebijakan subsidi tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat. Khususnya kelompok yang membutuhkan.

"Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....