Pemerintah Siapkan CNG Jadi Pengganti LPG

  • 06 Mei 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia klaim Compressed Natural Gas (CNG) lebih hemat dari LPG
  • 2. Bahan baku pasokan CNG melimpah sehingga harga lebih murah
  • 3. Sekitar 70 persen, LPG Indonesia harus impor dari negara lain

RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah tengah mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram. Saat ini tengah diuji coba penggunaan CNG.

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan sebanyak 75-80%, LPG Indonesia masih mengandalkan impor. Sementara kebutuhan semakin meningkat, sebagai contoh konsumsi rumah tangga itu kurang lebih sekitar 7-8 juta ton.

"Hari ini di Candra Asri maupun di Lotte itu membutuhkan 2-3 juta ton per tahun untuk bahan laku. Persoalannya sekarang adalah ketika gejolak politik seperti ini, untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kan kita tergantung pada global," kata Menteri Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Bahlil mengatakan pertimbangan CNG menjadi pengganti alternatif gas melon karena dinilai lebih murah karena sumber pasokan bahan baku melimpah. Selain itu, CNG banyak dipakai di hotel, restoran bahkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) namun dengan ukuran 10 kg dan 20 kg.

"Nah untuk yang 3 kg, memang tabungnya masih dilakukan uji coba karena tekanannya kan besar sekali, dia sekitar 200-250 bar. Nah ini yang kita akan mencoba untuk modifikasi, CNG ini bahan bakunya ada semua di kita," katanya.

"C1, C2, gas , apalagi kita kan baru menemukan gas sekitar 3.000 mm di Kalimantan Timur. CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30 persen lah lebih murah," katanya.

Bahlil mengatakan akan ada efisiensi devisa sekitar Rp130 triliun sampai Rp137 triliun dari CPG karena subsidi yang ditanggung pemerintah akan berkurang. Oleh sebab, Bahlil berharap uji coba berhasil dan hasilnya akan terlihat pada 2-3 bulan ke depan.

"Kalau kita mau membantu rakyat lagi, kita akan mengurangi beban rakyat dalam kontes pembelian. Sekarang kan pertabung itu untuk LPG kan ada di Rp18.000, Rp19.000, Rp20.000 bahkan ada yang lebih," kata Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

"Sehingga 2026 kita harus inovatif. Kita mencari alternatif-alternatif yang semua sumber energinya ada di negara kita," kata Bahlil menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....