Ketidakpastian Global, DPR Harapkan Pemerintah Terus Perkuat Fondasi Ekonomi
- 03 Mei 2026 08:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komis XI DPR RI, Puteri Komarudin mengharapkan, pemerintah terus mewaspadai ketidakpastian global.
- Politikus Golkar ini menegaskan, pemerintah perlu terus memperkuat fondasi ekonomi yang solid hari ini.
- Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi diantara negara-negara G20.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komis XI DPR RI, Puteri Komarudin mengharapkan, pemerintah terus mewaspadai ketidakpastian global. Ketidakpastian global itu, saat ini dangat mempengaruhi kinerja perdagangan hingga keuangan di Indonesia.
Politikus Golkar ini menegaskan, pemerintah perlu terus memperkuat fondasi ekonomi yang solid hari ini. Semua itu, demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Tanah Air secara berkelanjutan.
“Pemerintah tetap perlu waspada seiring ketidakpastian global yang masih tinggi, yang dapat berpengaruh pada kinerja perdagangan hingga keuangan. Dapat muncul sewaktu-waktu, oleh karena itu, fondasi ekonomi yang terlihat solid hari ini perlu terus diperkuat," kata Sekjen DEPINAS SOKSI ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Di tengah dinamika kondisi global saat ini, Puteri mengapresiasi, kinerja ekonomi Indonesia konsisten tumbuh positif dan tangguh. Tahun 2025, BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen.
"Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi diantara negara-negara G20. Hal tersebut ditopang dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,92 persen dan investasi 5,09 persen,” ucap Puteri.
Di satu sisi, Puteri membeberkan, ekspor Indonesia juga berhasil tumbuh 7,03 persen. Catatan positif tersebut, turut didukung inflasi yang terkendali, cadangan devisa memadai, hingga surplus neraca perdagangan.
“Selain itu, produksi beras nasional tahun 2025 juga mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Yang tentu, berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya petani,” ujar Puteri.
Sebelumnya diberitakan, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan kemarin bergerak melemah. Laporan mingguan BEI menyebutkan, selama periode 27-30 April 2026 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,42 persen.
IHSG sebelum libur May Day ditutup di level 6.956, 80, lebih rendah dibandingkan akhir pekan sebelumnya di level 7.129. Kapitalisasi pasar juga turun 2,78 persen dari Rp12.736 triliun di pekan sebelumnya menjadi Rp12.382 triliun di pekan ini.
Rata-rata nilai transaksi sepekan ini juga turun sebesar 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun. Sedangkan, pada pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi tercatat sebesar Rp19,61 triliun.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat sebanyak 2,75 juta kali transaksi.
Sementara itu, volume transaksi harian pekan ini turun 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham. Pada pekan sebelumnya, volume transaksi harian tercatat sebesar 44,88 miliar lembar saham.
Dalam satu pekan kemarin, terjadi aliran keluar modal asing dari pasar saham, dengan nilai jual bersih sebesar Rp1,49 triliun. Sehingga sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih mencapai Rp49,87 triliun.
Perdagangan saham di BEI sepanjang pekan kemarin, dipengaruhi oleh perdagangan saham global. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati akibat sentimen negatif utamanya dari faktor eksternal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....